PARINGIN — Ritual adat Mesiwah Pare Gumboh bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi masyarakat Dayak Deah di dua desa di Kecamatan Halong, tradisi ini adalah ungkapan syukur atas panen padi yang melimpah, sekaligus pengikat hubungan sosial antarwarga.
Nor Fajeri, anggota Komisi IV DPRD Kalsel, menilai kegiatan ini membawa dampak lebih luas dari urusan pertanian. “Tradisi ini mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat identitas budaya kita,” ujarnya di lokasi.
Kehadiran Nor Fajeri di tengah masyarakat Dayak Deah menunjukkan perhatian serius legislatif terhadap pelestarian budaya lokal. Menurutnya, kekompakan warga Desa Liyu dan Desa Gunung Riut dalam mempertahankan Mesiwah Pare Gumboh patut diapresiasi.
Ia menegaskan, tradisi budaya daerah adalah bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan Selatan yang harus terus dijaga. Pelestarian ini memperkuat nilai kebersamaan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi mendatang.
Pembukaan ritual berlangsung khidmat. Tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga dari dua desa mengikuti doa bersama serta prosesi adat sesuai warisan turun-temurun masyarakat Dayak Deah.
Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya merayakan keberhasilan panen. Mereka juga memperkuat nilai gotong royong dan penghormatan terhadap budaya leluhur. Tradisi itu menjadi momentum tahunan untuk mempererat hubungan antarwarga di Kecamatan Halong.
Nor Fajeri berharap tradisi Mesiwah Pare Gumboh terus berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Dayak Deah. Sebagai wakil rakyat, ia menjamin dukungan terhadap kegiatan adat yang memberi dampak positif bagi warga akan terus berlanjut.