DLH Kalsel Terjunkan 534 Mahasiswa KKN ke Banjarbaru dan Tanah Bumbu untuk Atasi Darurat Sampah 400 Ton per Hari

Penulis: Budi Santoso  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:47:31 WIB
mahasiswa KKN diterjunkan DLH Kalsel untuk mengatasi darurat sampah di Banjarbaru dan Tanah Bumbu.

BANJARBARU — Angka timbulan sampah di dua wilayah itu menjadi alarm serius. Data tahun 2025 mencatat, Kota Banjarbaru menghasilkan sekitar 199 ton sampah per hari. Kabupaten Tanah Bumbu tak jauh berbeda, 198 ton per hari. Total nyaris 400 ton sampah setiap hari harus dikelola.

Kepala DLH Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan persoalan ini tak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. Butuh kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan.

Modal Teori dan Praktik Lapangan Sebelum Terjun ke Masyarakat

Sebelum diterjunkan, para mahasiswa menjalani pembekalan selama beberapa hari. Materinya mencakup kebijakan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), strategi pengelolaan, hingga teknik penghitungan timbulan sampah.

Mereka juga diajak ke lapangan. Kunjungan difokuskan ke Pusat Daur Ulang (PDU) Guntung Paikat, bank sampah, TPS 3R, dan TPA Regional Banjarbakula. Tujuannya memberi gambaran nyata sistem pengelolaan yang sudah berjalan di Kalsel.

“Mahasiswa akan memperoleh pengalaman nyata mengenai sistem pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan sehingga mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih efektif,” ujar Rahmat di Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).

Target: Mengubah Gaya Hidup Warga dan Menghidupkan Bank Sampah

Dalam program ini, mahasiswa didorong menjadi motor penggerak di tingkat RT/RW. Mereka diharapkan bisa mengedukasi warga tentang pemilahan sampah dari sumber, mendorong prinsip 3R, serta mengembangkan ekonomi sirkular berbasis komunitas.

Rahmat menambahkan, penguatan bank sampah dan TPS 3R menjadi salah satu prioritas. “Mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” katanya.

Ia berpesan agar mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan warga, menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, dan meninggalkan program yang berkelanjutan. Bukan sekadar proyek musiman yang selesai begitu KKN berakhir.

Harapan dari KKN Tematik: Lahirnya Generasi Peduli Lingkungan

Program ini merupakan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalsel, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dan Universitas Lambung Mangkurat. Rahmat berharap, dari KKN ini lahir generasi muda yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan.

“Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agent of change yang mampu mengedukasi masyarakat,” ujar Rahmat.

Dengan jumlah 534 mahasiswa yang tersebar di dua daerah, pemerintah optimistis program ini bisa menjadi katalis perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah. Terutama di titik-titik yang selama ini menjadi penyumbang sampah terbesar di Kalsel.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: lugasnusantara.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top