Dosen dan Mahasiswa Administrasi Bisnis ULM Kembali Turun ke Telaga Biru, Warga Dilatih Olah Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Penulis: Andi Pratama  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 22:29:01 WIB
Dosen dan mahasiswa Administrasi Bisnis ULM melatih warga Telaga Biru membuat ecobrick dari sampah plastik.

BANJARMASIN — Warga Kelurahan Telaga Biru kembali mendapat pendampingan langsung dari akademisi dalam mengelola sampah rumah tangga. Tim PDWA Prodi Administrasi Bisnis FISIP ULM menggelar pelatihan lanjutan di Aula Kelurahan Telaga Biru, Selasa (30/6/2026), yang diikuti Karang Taruna, Dasawisma, dan perwakilan warga dari sejumlah RT.

Dari Pemilahan Sampah ke Ecobrick Bernilai Guna

Fokus kegiatan kali ini bukan sekadar mengulang edukasi soal 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Warga diajak mempraktikkan langsung pembuatan ecobrick—mengisi botol plastik bekas dengan sampah plastik hingga padat dan bisa dimanfaatkan kembali sebagai material bangunan atau furnitur sederhana.

Ketua Tim PDWA, Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si, mengatakan program ini dirancang untuk memastikan kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga tidak berhenti setelah bantuan fisik selesai. "Kami ingin melihat sejauh mana masyarakat tetap aktif memilah sampah. Alhamdulillah, bantuan tempat sampah 3R yang sebelumnya kami salurkan di tujuh RT masih dimanfaatkan dengan baik oleh warga," ujarnya.

Karang Taruna dan Dasawisma Jadi Motor Penggerak

Pelatihan ini menempatkan Karang Taruna dan Dasawisma sebagai garda terdepan. Menurut Dr. Irwansyah yang juga Dekan FISIP ULM, kesadaran warga tidak bisa tumbuh hanya dengan fasilitas. Dibutuhkan penggerak di lingkungan masing-masing yang bisa menjadi contoh dan mengajak tetangga.

"Kami berharap Karang Taruna dan Dasawisma dapat terus menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah dan mampu mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis," jelasnya.

Praktik Langsung: Botol Bekas Jadi Ecobrick

Sesi praktik pembuatan ecobrick dipandu langsung oleh Ketua Karang Taruna Cempaka Raya, Sulistiyo. Peserta diajarkan cara memadatkan sampah plastik ke dalam botol bekas hingga mencapai kepadatan tertentu agar layak pakai. Metode ini dinilai efektif mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan ULM bersama PT Pelindo Terminal Petikemas pada 2025 lalu. Tim dosen bersama mahasiswa turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan sekaligus mengembangkan pemanfaatan sampah plastik melalui ecobrick.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: kalimantanlive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top