Taman Budaya Kalsel Gelar Lokakarya Tari Topeng Srikandi, Upaya Hidupkan Kembali Warisan Budaya Banjar yang Mulai Langka

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:43:31 WIB
Peserta lokakarya Tari Topeng Srikandi mengikuti pelatihan di Taman Budaya Kalimantan Selatan.

Topeng Banjar, salah satu warisan budaya Kalimantan Selatan, kini mulai langka ditampilkan. Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan program berkelanjutan untuk melestarikan seni budaya daerah.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota, baik dari kalangan masyarakat umum maupun para seniman. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sebagai program yang difasilitasi oleh Taman Budaya,” ujar Rizal.

Adaptasi Tanpa Mengubah Pakem Sakral

Lokakarya ini menghadirkan Tari Topeng Srikandi, sebuah garapan baru yang digagas oleh seniman Lupi Anderiani. Ia mengaku prihatin melihat eksistensi tari topeng klasik Banjar yang kian memudar. Tari Topeng Srikandi lahir dari kegelisahan itu.

“Selama ini tari topeng klasik di Kalsel memiliki keterbatasan ruang dan waktu karena bersifat sakral dan terikat aturan adat. Karena itu saya berinisiatif menciptakan topeng garapan baru yang dapat dipentaskan di mana saja sebagai media hiburan sekaligus pelestarian budaya,” jelas Lupi.

Meski merupakan karya baru, Lupi menegaskan bahwa nilai sakral dari topeng klasik yang diwariskan secara turun-temurun tetap dipertahankan. “Topeng yang sakral tetap dipertahankan nilai dan fungsinya. Pengembangan dilakukan melalui karya baru tanpa mengubah pakem yang sudah ada,” tuturnya.

Target: Generasi Muda dan Ruang Pementasan yang Lebih Luas

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui UPTD Taman Budaya berkomitmen menghadirkan program pelestarian budaya secara berkesinambungan. Tujuannya agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan tradisi daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya bertopeng semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama,” tambah Rizal.

Lupi berharap Tari Topeng Srikandi dapat menjadi inspirasi bagi para seniman di Kalsel untuk terus melahirkan karya-karya baru yang berakar pada budaya lokal. “Topeng Srikandi merupakan garapan baru dengan semangat klasik. Mudah-mudahan karya ini menjadi awal dan memotivasi para seniman lainnya untuk terus menciptakan karya topeng baru sebagai bagian dari pelestarian budaya Kalsel,” pungkasnya.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top