BATULICIN — Lonjakan pasien menjadi penyebab utama antrean panjang yang dikeluhkan warga di Puskesmas Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Hal itu terungkap setelah tim Dinas Kesehatan setempat melakukan kunjungan pembinaan dan dialog langsung dengan jajaran puskesmas.
“Hasil pembinaan menunjukkan, pada saat terjadinya keluhan masyarakat yang hendak berobat, pada hari itu terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien yang cukup tinggi, yakni sekitar 80 pasien dalam satu hari. Kondisi ini menyebabkan waktu tunggu pelayanan menjadi lebih panjang dibandingkan hari-hari biasa,” kata dr. Arman Jaya Rikki di Batulicin, Jumat.
Meski terjadi lonjakan, seluruh pasien yang telah terdaftar pada hari itu tetap mendapat pelayanan hingga selesai. Namun, pihak puskesmas menerapkan kebijakan pembatasan pendaftaran pada waktu tertentu.
“Kebijakan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan pelayanan yang diberikan tetap optimal, aman, dan sesuai standar, sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan pemeriksaan secara cermat tanpa mengurangi aspek keselamatan pasien,” tegas dr. Arman. Masyarakat yang belum sempat terlayani pada hari itu diarahkan untuk kembali pada hari berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan bahwa keselamatan pasien merupakan prioritas utama. Seluruh pegawai puskesmas diwajibkan memberikan pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan prinsip keselamatan pasien.
Sebagai bentuk keterbukaan, Puskesmas Simpang Empat menyediakan berbagai kanal pengaduan, mulai dari kotak saran, WhatsApp, Instagram, Facebook, website puskesmas, hingga aplikasi SP4N-LAPOR. Setiap masukan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan ke depan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian dan masukan. Kritik yang konstruktif akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” tutup dr. Arman.