Banjir Tahunan dan Harga Solar Tinggi Jadi Kendala Petani di Jejangkit, Camat Minta SPBU Khusus Dibangun

Penulis: Eko Saputro  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 20:27:01 WIB
Petani Jejangkit menghadapi keterlambatan tanam akibat banjir tahunan.

BARITO KUALA — Dua kendala utama masih menghambat optimalisasi lahan pertanian di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola). Camat Hardian mengungkapkan, banjir tahunan menyebabkan petani terlambat memulai musim tanam, sementara harga solar di tingkat pengecer membengkakkan biaya produksi.

Banjir Menggeser Jadwal Tanam Petani

Menurut Hardian, genangan air yang datang setiap tahun membuat lahan pertanian di Jejangkit belum bisa digarap secara maksimal. Akibatnya, produktivitas lahan tidak mencapai potensi optimal yang seharusnya bisa disumbangkan daerah ini untuk ketahanan pangan Kalimantan Selatan.

"Sehingga bisa menjadikan Jejangkit salah satu daerah penyumbang hasil pertanian," ujar Hardian, Ahad (14/6/2026), merujuk pada potensi besar wilayahnya.

Keterlambatan tanam akibat banjir ini menjadi siklus yang berulang setiap musim penghujan. Petani terpaksa menunggu air surut sebelum bisa mengolah sawah, yang berarti waktu tanam mereka lebih pendek dari ideal.

Harga Solar Eceran Memberatkan, SPBU Khusus Pertanian Diharapkan

Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah mahalnya harga solar yang dibeli petani dari pengecer. Ketiadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus pertanian di wilayah itu membuat petani bergantung pada pengecer dengan harga lebih tinggi.

Hardian menegaskan, keberadaan SPBU pertanian akan menjadi solusi konkret. "Harapannya ada SPBU Pertanian, sehingga harga solar lebih murah dan sangat membantu petani," katanya.

Dengan adanya SPBU khusus, petani bisa membeli solar dengan harga subsidi yang lebih terjangkau, bukan harga eceran yang membengkak akibat rantai distribusi panjang.

Dorongan Pemkab Batola dan Peran Pemerintah Pusat

Kembalinya aktivitas bertani di Jejangkit disambut positif di tengah upaya Pemkab Batola mendukung Provinsi Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Kalimantan. Hardian menambahkan, kehadiran pemerintah, baik pusat maupun daerah, sangat diperlukan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada petani.

"Agar terus meningkatkan luasan tanam dan hasil produksi pertanian," ucapnya.

Tanpa intervensi pemerintah terhadap dua masalah utama—banjir dan harga solar—potensi pertanian Jejangkit sebagai lumbung pangan Batola sulit terealisasi sepenuhnya. Petani hanya bisa berharap ada terobosan kebijakan yang mampu memutus rantai kendala tahunan ini.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: jurnalkalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top