KALIMANTAN SELATAN — PLN UP2D Bali tidak hanya mengandalkan infrastruktur statis. Lewat pusat kendali distribusi atau Distribution Control Center (DCC), petugas dispatcher memantau beban listrik dan status jaringan secara real-time selama 24 jam. Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan, keandalan sistem menjadi faktor krusial karena PKB adalah agenda budaya terbesar di Bali yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
“Kami berupaya memastikan seluruh pertunjukan, khususnya yang menggunakan sistem pencahayaan dan tata suara, dapat berlangsung aman dan nyaman tanpa terganggu pasokan listrik,” ujar Petrus dalam keterangan resmi di Denpasar.
Tim teknis telah melakukan asesmen terhadap gardu distribusi dan penyulang yang memasok kebutuhan listrik ke Gedung Art Centre dan lokasi penyelenggaraan lainnya. Jika terjadi gangguan—baik akibat cuaca ekstrem, pohon tumbang, maupun faktor teknis—PLN menyiapkan skema pengalihan beban. Skenario ini memungkinkan petugas memindahkan pasokan listrik dari penyulang lain dalam hitungan menit tanpa perlu mematikan total aliran listrik.
“Apabila terjadi gangguan pada salah satu penyulang, kami telah menyiapkan skenario pengalihan beban dan langkah penormalan agar pasokan listrik tetap terjaga,” jelas Petrus.
Pihak PLN juga mewaspadai faktor eksternal yang kerap memicu gangguan distribusi di musim pancaroba, seperti pohon tumbang dan hewan yang menyentuh jaringan. Seluruh potensi ini dipantau secara berkelanjutan melalui pusat kendali agar respons bisa dilakukan sedini mungkin. Harapannya, masyarakat dan wisatawan yang menikmati puluhan pertunjukan tari, musik, dan pameran seni di PKB XLVIII tidak terganggu oleh masalah kelistrikan.
PKB yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi salah satu etalase budaya Bali sekaligus penggerak ekonomi kreatif. PLN berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap stabil selama sebulan penuh, dari pembukaan hingga penutupan acara pada 11 Juli 2026.