PARINGIN — Pemerintah Kabupaten Balangan tidak main-main dalam urusan peningkatan kualitas aparatur. Melalui sosialisasi Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang digelar di Aula Benteng, Pemkab membuka jalur selebar-lebarnya bagi ASN dan tenaga pendidik untuk melanjutkan pendidikan strata dua.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Di tengah tuntutan birokrasi modern dan percepatan pembangunan di Kalimantan Selatan, kabupaten yang dikenal dengan julukan Bumi Sanggam itu butuh SDM yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga mumpuni secara akademik.
ULM merupakan salah satu perguruan tinggi negeri tertua di Kalimantan dengan akreditasi unggul di sejumlah program studinya. Bagi Pemkab Balangan, menggandeng ULM berarti memastikan para ASN dan guru mendapatkan pendidikan yang terstandar secara nasional tanpa harus meninggalkan tugas pokok secara drastis.
“Program ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan peningkatan kompetensi, sekaligus membantu mengurangi beban aparatur yang ingin melanjutkan studi,” demikian bunyi pernyataan dalam sosialisasi tersebut.
Sasaran utama program ini adalah ASN aktif di lingkungan Pemkab Balangan dan tenaga pendidik yang tersebar di berbagai sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Mereka yang berminat tidak hanya mendapatkan bimbingan teknis pendaftaran, tetapi juga informasi mengenai beasiswa dan skema pembiayaan yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Pemkab Balangan selama ini memang konsisten mengalokasikan anggaran pendidikan dan pelatihan bagi pegawai. Data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) setempat menunjukkan, setiap tahun puluhan ASN dikirim untuk mengikuti pendidikan lanjutan, baik di dalam maupun luar provinsi.
Dengan bertambahnya jumlah ASN dan guru yang bergelar magister, Pemkab Balangan berharap kualitas pelayanan publik dan mutu pendidikan di daerah meningkat secara signifikan. Seorang tenaga pendidik yang telah menyelesaikan studi pascasarjana, misalnya, diharapkan mampu membawa metode pengajaran yang lebih inovatif ke dalam kelas.
Selain itu, bagi ASN di sektor administratif, gelar S2 menjadi modal penting dalam proses promosi jabatan dan pengambilan kebijakan berbasis data. Program ini juga menjadi sinyal bahwa Balangan serius mengejar ketertinggalan SDM dibandingkan kabupaten-kabupaten tetangga di Kalsel.
Setelah sosialisasi rampung, Pemkab akan membuka pendaftaran resmi bagi ASN dan tenaga pendidik yang memenuhi syarat. ULM selaku penyelenggara program akan melakukan seleksi akademik sesuai standar penerimaan mahasiswa baru pascasarjana.
Bagi para calon mahasiswa, waktu pendaftaran menjadi krusial. Mereka harus segera melengkapi berkas dan mempersiapkan diri menghadapi tes masuk yang biasanya digelar dalam dua gelombang setiap tahun ajaran.