KOTABARU — Bupati Kotabaru Muhammad Rusli dan Wakil Bupati Syairi Mukhlis mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri RI untuk melobi percepatan realisasi program ketahanan pangan terintegrasi. Dalam pertemuan itu, mereka mengusulkan Embung Seratak sebagai proyek prioritas yang dinilai mampu memutus rantai krisis air bersih di Pulau Laut.
“Berharap, usulan tersebut bisa disetujui dan dilaksanakan secepat mungkin sehingga kebutuhan air bersih di Kabupaten Kotabaru bisa terpenuhi dengan baik,” ucap Bupati Muhammad Rusli dalam keterangan yang diterima redaksi.
Wakil Bupati Syairi Mukhlis membeberkan kondisi darurat yang terjadi setiap tahun. Ia mengatakan, jika kemarau berlangsung satu hingga dua bulan, warga Kotabaru tak punya pilihan lain selain membeli air bersih yang diantar pakai mobil tangki ke rumah-rumah.
“Embung Seratak ini salah satu program prioritas yang harus kami laksanakan, karena Kotabaru ketika musim kemarau sangat kekurangan air, dan untuk mengatasinya itu, Embung Seratak lah solusinya, karena kapasitas yang disediakan cukup besar,” papar Syairi Mukhlis.
Hasil kajian awal menunjukkan, embung tersebut akan mencukupi kebutuhan air bersih dan irigasi di wilayah Pulau Laut. Pemerintah daerah juga berencana mengintegrasikannya dengan beberapa embung yang sudah ada untuk menyuplai air ke pusat kota.
Syairi menambahkan, ketersediaan air dari Embung Seratak diyakini mampu mendongkrak produktivitas pertanian. Saat ini, petani di Kotabaru hanya bisa panen padi sekali dalam setahun karena keterbatasan irigasi.
“Dengan adanya embung seratak bisa menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun dalam rangka mendukung program pusat atau Asta Cita Presiden RI,” harapnya.
Kabupaten Kotabaru disebut sebagai salah satu dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang mendapat mandat pusat untuk program ketahanan pangan. Namun, selama ini sektor pertanian kerap tersendat lantaran sistem pengairan yang belum memadai.
Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa WEFSRID merupakan program yang berfokus pada penguatan ketahanan air, energi, dan pangan secara terintegrasi.
Pihaknya akan menindaklanjuti permintaan Pemkab Kotabaru melalui diskusi virtual untuk melengkapi kriteria yang harus dipenuhi. Kunjungan lapangan ke lokasi calon embung juga dijadwalkan dalam waktu dekat.
Wakil Bupati juga memaparkan bahwa pasokan bahan baku dari program ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Satuan Pangan dan Pelayanan Gizi (SPPG) yang ada di daerah.
Audiensi itu dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kotabaru, Wakil Ketua I dan II DPRD, Kepala Dinas PUPR, Plt. Kepala Bapperida, serta jajaran dinas terkait lainnya.