Simulasi yang digelar tidak hanya menuntut kecepatan respons saat menerima laporan darurat. Ketepatan dalam pengambilan keputusan di situasi krisis serta jaminan keselamatan bagi relawan dan korban menjadi poin penilaian utama.
Panitia pelaksana, Aria Sandi, menjelaskan materi latihan mencakup langkah pencegahan kebakaran, evakuasi mandiri, hingga penanganan awal kondisi darurat lain seperti gigitan ular berbisa.
“Kami tidak hanya mematangkan skill pemadaman, tetapi juga mengedukasi masyarakat terkait langkah pencegahan kebakaran, evakuasi mandiri, hingga penanganan awal kondisi darurat seperti gigitan ular berbisa,” ujar Aria Sandi.
Kehadiran puluhan relawan di Lapangan Braja Jaya dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi antarunit dari berbagai kecamatan. Hal ini penting untuk membangun koordinasi saat terjadi bencana besar yang membutuhkan bantuan lintas wilayah.
Panitia menetapkan tiga indikator utama. Pertama, kecepatan respons saat menerima laporan darurat. Kedua, ketepatan pengambilan keputusan di tengah situasi krisis. Ketiga, jaminan keselamatan bagi relawan dan korban di lokasi kejadian.
Melalui kegiatan ini, seluruh relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Balangan diharapkan semakin solid dan siap siaga memberikan bantuan saat terjadi keadaan darurat di tengah masyarakat.