Pemkab Tanah Bumbu Gandeng PRSTS Beri Pelatihan Kerja 6 Bulan, Peserta Lolos Dapat Modal Usaha

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:19:01 WIB
Peserta pelatihan kerja di Tanah Bumbu mengikuti seleksi ketat oleh PRSTS sebelum memulai pembinaan.

BATULICIN — Ribuan warga miskin di Kabupaten Tanah Bumbu kini punya harapan baru untuk keluar dari garis kemiskinan. Pemkab setempat meluncurkan program pemberdayaan sosial dan ekonomi yang menggandeng Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari Kalimantan Selatan sebagai mitra seleksi dan pelatihan.

Seleksi Ketat dari PRSTS, Bukan Sekadar Ikut-Ikutan

Kepala Dinas Sosial Tanah Bumbu, Liana Hamita, mewakili Bupati Andi Rudi Latif, menjelaskan bahwa PRSTS bertugas melakukan seleksi langsung terhadap calon peserta. "Keterlibatan PRSTS untuk melakukan seleksi peserta pelatihan keterampilan kerja melalui program pemberdayaan sosial dan ekonomi," katanya di Batulicin, Selasa.

Proses seleksi ini dinilai penting untuk memastikan hanya warga yang benar-benar siap dan berkomitmen yang diterima. Tim PRSTS akan menilai kesiapan mental dan fisik para calon sebelum mereka mengikuti pembinaan intensif.

Enam Bulan Digembleng, dari Barista hingga Bengkel

Peserta yang lolos seleksi akan menjalani program bimbingan selama enam bulan. Materi yang diberikan mencakup bimbingan fisik, mental, keterampilan dasar, hingga pembinaan spiritual sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

Jenis pelatihan yang disediakan cukup beragam dan sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini. Di antaranya tata rias, tata busana, tata boga, bengkel, barista, dan barbershop.

Modal Usaha Siap Menanti Peserta Lulus

Pemkab Tanah Bumbu tidak berhenti pada pemberian pelatihan. Pemerintah juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa bantuan permodalan UEP (Usaha Ekonomi Produktif) bagi peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan.

Bantuan tersebut nantinya digunakan untuk menjalankan usaha sesuai bidang keterampilan masing-masing. Dengan skema ini, diharapkan para lulusan program tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki modal untuk memulai usaha secara mandiri.

"Program ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih produktif, mandiri, serta memiliki daya saing ekonomi yang kuat di tengah perkembangan dunia kerja dan usaha saat ini," tutup Liana Hamita.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top