TABALONG — Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tabalong yang menyentuh angka 76,94 menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan posisi terbaik di tingkat kabupaten se-Kalimantan Selatan. Angka tersebut menempatkan Tabalong di urutan ketiga secara keseluruhan di provinsi, atau peringkat pertama di antara kabupaten/kota non-kota.
Peningkatan IPM ini tidak lepas dari perbaikan di empat indikator utama. Angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita masyarakat menjadi tolok ukur yang terus dipantau oleh Pemkab Tabalong. Keempat aspek ini dinilai mencerminkan langsung kualitas hidup dan kesejahteraan warga di Bumi Sarabakawa.
Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, menyatakan optimisme bahwa posisi ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Ia menekankan bahwa capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan nyata dari peningkatan produktivitas dan daya saing masyarakat.
“Kita berharap IPM Kabupaten Tabalong semakin meningkat lagi. Syukur-syukur bisa meningkat, paling tidak kita bisa mempertahankan karena dari tingkatan kabupaten kita alhamdulillah nomor satu, kalau dihitung-hitung kalkulasinya antar kabupaten,” ujar Habib Muhammad Taufani Alkaf.
Pemkab Tabalong memandang IPM sebagai instrumen strategis untuk mengukur efektivitas pembangunan sumber daya manusia. Semakin tinggi IPM, semakin besar peluang warga untuk mengakses layanan kesehatan berkualitas, pendidikan yang lebih lama, dan standar hidup yang layak. Target jangka pendeknya adalah memastikan tren positif ini tidak terputus di tengah dinamika ekonomi dan sosial daerah.