KALIMANTAN SELATAN — Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Hatton dalam tiga tahun terakhir di sirkuit LIV Golf. Meski tampil naik-turun dengan mencatatkan empat birdie dan tiga bogey pada putaran pamungkas, konsistensinya sejak hari pertama terbukti cukup untuk menahan tekanan dari Rahm yang tampil garang di depan pendukungnya sendiri.
Yang menarik, Hatton menjalani turnamen ini sebagai ajang pemanasan jelang peran barunya sebagai ayah. Sang istri, Emily, baru melahirkan anak pertama mereka bulan lalu, dan ini merupakan turnamen pertama Hatton setelah momen bahagia tersebut.
"Sejujurnya, apa pun hasilnya hari ini, saya pikir saya akan tetap pulang ke rumah, berhadapan dengan tangisan bayi, dan mengganti popok. Itu sudah pasti terjadi," ujar Hatton dengan nada santai. "Jadi tekanan di lapangan tidak ada apa-apanya dibandingkan tekanan di rumah."
Jon Rahm memberikan perlawanan sengit di putaran final. Pegolf tuan rumah itu mencatatkan skor impresif lima-under par 67, hasil terbaik di antara para kontestan pada hari Minggu. Namun, defisit lima pukulan dari Hatton sejak awal putaran membuatnya harus puas finis di posisi kedua dengan total sembilan-under par.
Posisi ketiga ditempati Abraham Ancer dari Meksiko dengan catatan delapan-under par, unggul satu pukulan dari rekan senegara Rahm, Sergio Garcia, yang duduk di peringkat keempat dengan tujuh-under par. David Puig, pegolf Spanyol lainnya, melengkapi posisi lima besar dengan skor lima-under par.
Di klasemen tim, skuad Legion XIII yang diperkuat Hatton sukses menjadi yang terbaik dengan keunggulan enam pukulan atas 4Aces GC dan Torque GC yang berbagi posisi runner-up. Kemenangan ini mempertegas dominasi Hatton dan timnya di Sotogrande.
Kabar kurang menggembirakan datang dari Afrika Selatan. Louis Oosthuizen harus mundur dari putaran final pada hari Minggu akibat cedera punggung, tanpa menyebutkan detail lebih lanjut mengenai tingkat keparahan cederanya.