HULU SUNGAI SELATAN — Ratusan warga Desa Baruh Jaya yang mayoritas bergerak di sektor usaha rumahan mendapat angin segar. Wakil Ketua DPRD Kalsel H. Kartoyo memastikan regulasi daerah bisa menjadi landasan untuk mengembangkan keterampilan menjahit yang sudah lama menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di desa tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Di Desa Baruh Jaya ini kami melihat potensi usaha menjahit rumahan yang cukup baik dan perlu terus didorong melalui peningkatan keterampilan seperti pelatihan menjahit serta dukungan sarana penunjang agar masyarakat semakin produktif,” ujar Kartoyo dalam keterangannya.
Desa Baruh Jaya merupakan salah satu desa terpadat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan jumlah penduduk sekitar 8.000 jiwa. Selain menjahit, Kartoyo menilai warga setempat juga memiliki potensi di sektor bengkel, las, perikanan, dan pertanian. Namun, sektor pertanian masih terkendala kondisi air yang berubah drastis antara musim hujan dan kemarau.
“Apabila ada dukungan pembangunan infrastruktur yang tepat, potensi ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih optimal,” jelas politisi tersebut.
Menurut Kartoyo, pelatihan menjahit yang didorong melalui perda ini memiliki dampak ganda. Selain meningkatkan kemampuan kerja, kegiatan ini dinilai mampu membuka peluang usaha baru, menekan angka pengangguran, dan mendorong pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Pelatihan seperti ini penting karena bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Ketika ibu-ibu memiliki kemampuan dan peluang usaha, maka ekonomi keluarga ikut terbantu dan kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan produktif semacam ini juga memperkuat kebersamaan dan partisipasi warga dalam pembangunan desa.
Dalam kesempatan yang sama, Kartoyo mengapresiasi pembangunan jalan penghubung Nagara–Margasari yang saat ini tengah dikerjakan. Ia menilai infrastruktur tersebut akan memperlancar mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Daha Selatan dan sekitarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Baruh Jaya, Hani, menyampaikan bahwa usaha jahit rumahan telah lama menjadi aktivitas produktif yang membantu perekonomian keluarga. Ia berharap perhatian terhadap pengembangan keterampilan ini bisa membuat kelompok penjahit desa semakin berdaya saing.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) DPRD Kalsel yang menyasar desa-desa potensial di seluruh provinsi.