BALANGAN — BPBD Kabupaten Balangan bekerja sama dengan pihak Kecamatan Tebing Tinggi untuk menyusun buku dan film dokumenter yang merekam peristiwa banjir bandang di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk mendokumentasikan secara sistematis dampak bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Buku dan video dokumenter yang tengah disusun itu tidak hanya berisi data kerusakan fisik, seperti rumah warga, infrastruktur jalan, dan fasilitas umum yang terdampak. Lebih dari itu, BPBD juga mengumpulkan testimoni langsung dari para penyintas untuk menggambarkan pengalaman dan dampak sosial-ekonomi yang mereka rasakan pascabanjir.
Kepala BPBD Kabupaten Balangan menyebut bahwa dokumentasi ini memiliki fungsi strategis. Data yang terkumpul akan menjadi acuan dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus bahan evaluasi untuk sistem peringatan dini bencana di masa mendatang.
“Kami tidak hanya mencatat angka kerugian, tetapi juga suara warga yang mengalami langsung peristiwa ini. Ini penting agar kebijakan penanggulangan bencana ke depan lebih tepat sasaran,” ujar perwakilan BPBD Balangan dalam keterangan resminya.
Tim BPBD dan aparat kecamatan telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan wawancara dengan warga di sejumlah desa terdampak. Mereka merekam kondisi terkini lokasi bencana serta mengumpulkan foto dan video dokumentasi dari berbagai sudut.
Proses pengumpulan testimoni dilakukan secara langsung dengan warga yang rumahnya rusak atau yang sempat mengungsi. Beberapa penyintas menceritakan detik-detik banjir bandang datang, termasuk upaya evakuasi mandiri yang mereka lakukan.
Buku dokumentasi akan memuat kronologi kejadian, peta wilayah terdampak, data jumlah pengungsi, kerusakan infrastruktur, serta rekomendasi mitigasi. Sementara film dokumenter akan menyajikan visual dampak bencana dan wawancara emosional dengan para korban selamat.
BPBD menargetkan kedua materi ini rampung dalam waktu dekat dan akan didistribusikan ke dinas terkait serta masyarakat sebagai bahan pembelajaran. “Dengan adanya dokumentasi ini, kami berharap warga lebih sadar akan risiko bencana dan lebih siap menghadapi kemungkinan serupa,” tambahnya.
Langkah dokumentasi ini menjadi salah satu upaya konkret BPBD Balangan dalam membangun kesiapsiagaan bencana berbasis data, sekaligus menjaga ingatan kolektif masyarakat atas peristiwa banjir bandang yang sempat melumpuhkan aktivitas di Tebing Tinggi.