BANJARMASIN — Sebanyak 50 pelaku UMKM di Banjarmasin menerima suntikan modal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel. Bantuan ini disalurkan secara bertahap dan menyasar pedagang kecil yang membutuhkan tambahan likuiditas untuk mengembangkan usahanya.
UPZ Bank Kalsel tidak asal memberikan bantuan. Setiap calon penerima melalui proses verifikasi yang melibatkan pihak kelurahan dan pendamping UMKM setempat. Tujuannya, memastikan dana tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif.
“Kami ingin bantuan ini berdampak langsung pada peningkatan omzet mereka. Bukan sekadar bantuan konsumtif,” ujar perwakilan UPZ Bank Kalsel dalam keterangannya, Selasa lalu.
Bantuan yang disalurkan berupa dana tunai dengan nominal bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha. Beberapa penerima juga mendapatkan pendampingan usaha secara gratis dari tim Bank Kalsel.
Salah satu penerima, pedagang sembako di Pasar Sudimampir, mengaku terbantu. “Modal saya sempat macet. Dengan tambahan ini, saya bisa isi ulang dagangan lebih banyak,” katanya.
UPZ Bank Kalsel menargetkan penyaluran tahap berikutnya akan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di kabupaten lain di Kalsel. Saat ini, prioritas diberikan kepada mereka yang belum memiliki akses ke perbankan formal.
Program ini bukan proyek satu kali. UPZ Bank Kalsel berencana menjadikan bantuan UMKM sebagai agenda rutin tahunan. Dana yang disalurkan berasal dari pengumpulan zakat pegawai Bank Kalsel dan nasabah yang menitipkan zakatnya melalui bank.
“Ini wujud nyata sinergi antara perbankan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Kami harap UMKM di Banjarmasin bisa naik kelas,” pungkas perwakilan UPZ Bank Kalsel.