AMUNTAI — Dorongan itu disampaikan Hero Setiawan saat menghadiri Sosialisasi Formulasi Pakan Mandiri di Aula MAN 2 Amuntai, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab HSU untuk meningkatkan kemandirian sektor perikanan di wilayah setempat.
Selama ini, pakan ikan jadi komponen biaya terbesar dalam budidaya. Harga pakan pabrikan yang terus naik membuat margin keuntungan petani semakin tipis. Hero menilai, kemampuan membuat pakan sendiri bisa menjadi solusi jangka panjang.
“Dengan pakan mandiri, petani tidak lagi bergantung pada pabrik. Biaya produksi bisa ditekan, dan hasil panen tetap optimal,” kata Hero dalam sambutannya.
Sosialisasi ini tidak sekadar teori. Para pembudidaya diajarkan meracik bahan baku lokal seperti dedak, bungkil kelapa, dan tepung ikan menjadi pakan bernutrisi. Formulasi yang tepat disebut bisa menyaingi kualitas pakan pabrikan dengan harga lebih murah hingga 30 persen.
Kegiatan ini dihadiri puluhan petani ikan dari berbagai kecamatan di HSU. Mereka tampak antusias mengikuti sesi praktik pembuatan pakan yang dipandu langsung oleh penyuluh perikanan.
Pemkab HSU berencana melanjutkan program ini dengan pendampingan rutin. Targetnya, setiap kelompok pembudidaya bisa memiliki unit produksi pakan mandiri dalam beberapa bulan ke depan. Hero berharap inisiatif ini bisa memutus rantai ketergantungan petani pada pasokan pakan dari luar daerah.
“Kita punya sumber daya lokal yang melimpah. Tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan ilmu yang tepat,” ujar Hero.