BARABAI — Tim dokter hewan dari Dinas Pertanian HST turun langsung ke lapangan memeriksa sapi milik para penampung dan pembelantik. Pemeriksaan maraton itu menyasar sepuluh kecamatan di wilayah Bumi Murakata selama sepekan terakhir.
Dokter Hewan Bidang Peternakan Distan HST, Bayu, mengatakan dari 800 ekor sapi potong yang dipantau, tidak ditemukan gejala klinis PMK. “Hasil pemantauan sementara menunjukkan sekitar 800 ekor sapi siap kurban dalam kondisi sehat. Hingga saat ini kami belum menemukan tanda klinis yang mengarah pada penularan PMK,” ujarnya di Kantor Dinas Pertanian HST, Kamis (21/5/2026).
Petugas hanya menjumpai beberapa sapi yang kelelahan setelah menempuh perjalanan pengiriman dari luar daerah. Kondisi itu langsung ditangani dengan pemberian vitamin dan terapi pemulihan daya tahan tubuh.
Menurut Bayu, pengawasan tahun ini lebih ketat karena distribusi ternak menghadapi cuaca ekstrem dan prosedur karantina yang diperbarui. Meski begitu, pasokan sapi kurban di HST tetap aman.
Jenis sapi putih dan sapi bali menjadi primadona warga Barabai untuk ibadah kurban tahun ini. Para pembelantik lokal aktif mendatangkan tambahan pasokan dari pasar hewan Pelaihari guna memenuhi lonjakan permintaan.
“Ketersediaan ternak dipastikan mencukupi karena para pembelantik lokal aktif mendatangkan tambahan pasokan dari pasar hewan Pelaihari,” kata Bayu.
Distan HST mengimbau masyarakat lebih teliti sebelum membeli hewan kurban. Sapi sehat bisa dikenali dari pergantian gigi yang sempurna, bulu bersih dan cerah, serta gerakan aktif saat diberi pakan.
Sebaliknya, pembeli diminta waspada jika sapi menunjukkan mata berair, hidung berlendir, air liur berlebihan, atau kotoran encer. “Kami mengimbau panitia kurban maupun masyarakat agar segera berkonsultasi dengan petugas lapangan apabila menemukan kondisi fisik ternak yang mencurigakan,” tegas Bayu.
Pemerintah daerah berharap pengawasan terpadu ini memberi rasa aman bagi masyarakat muslim HST saat menjalankan ibadah kurban. Distan juga menyiagakan petugas di titik-titik penjualan hewan hingga hari raya tiba.