Bimtek Transisi PAUD ke SD di Banjar: 399 Guru Kelas Awal Didorong Ciptakan Pembelajaran Ramah Anak, Bukan Sekadar Calistung

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 22:44:54 WIB
guru kelas awal SD di Banjar mengikuti Bimtek Transisi PAUD ke SD untuk pembelajaran ramah anak.
PAUD ke SD di Banjar: 399 Guru Kelas Awal Didorong Ciptakan Pembelajaran Ramah Anak, Bukan Sekadar Calistung LEAD: Sebanyak 399 guru kelas rendah SD di Kabupaten Banjar mengikuti Bimbingan Teknis Transisi PAUD ke SD. Dinas Pendidikan setempat mendorong perubahan pendekatan dari fokus akademik menjadi pembelajaran yang ramah anak dan sesuai tahap perkembangan peserta didik. ISI:

MARTAPURA — Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Kelas Awal Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Kegiatan berlangsung pada 19–21 Mei 2026 di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura, dan diikuti 399 guru kelas rendah dari seluruh sekolah dasar di Kabupaten Banjar.

Mengubah Fase Transisi dari Tekanan Menjadi Petualangan

Masa transisi dari PAUD ke SD kerap menimbulkan kecemasan pada anak. Banyak sekolah langsung menerapkan standar akademik tinggi tanpa mempertimbangkan kesiapan emosional dan sosial peserta didik.

Melalui bimtek ini, Disdik Banjar mendorong guru menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bermakna. Pendekatan bermain, asesmen awal, serta kolaborasi antara PAUD dan SD menjadi strategi utama yang diperkenalkan.

Fondasi Bukan Calistung, Melainkan Karakter dan Kemandirian

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melalui bidang terkait menegaskan, pembelajaran di kelas awal tidak boleh berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) semata. Pembentukan karakter, kemandirian, serta kemampuan sosial emosional anak justru menjadi fondasi yang lebih penting.

“Guru memiliki peran besar dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak harus merasa diterima, percaya diri, dan bersemangat belajar di lingkungan sekolah yang baru,” ujar perwakilan Disdik Banjar dalam sambutannya.

399 Guru Bekali Diri dengan Strategi Kreatif dan Ramah Anak

Selama tiga hari, peserta menerima materi teknik asesmen awal untuk mengetahui kesiapan masing-masing anak. Mereka juga mempelajari metode pembelajaran berbasis bermain dan cara membangun kolaborasi efektif antara guru PAUD dan SD.

Tujuannya jelas: tidak ada lagi anak yang merasa "kaget" saat masuk sekolah dasar. Disdik Banjar berharap para guru mampu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan ramah anak di kelas masing-masing. Proses transisi dari PAUD ke SD pun tidak lagi menjadi momok, melainkan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: infobanua.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top