BALANGAN — Aksi kemanusiaan ini digagas PGM Balangan sebagai respons langsung terhadap laporan petugas Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD setempat. Ketua PGM Balangan Edy Junaidi menyebutkan, kebutuhan darah rumah sakit itu mencapai 150 kantong per bulan, namun stok yang tersedia saat ini menipis.
“Sebagai bentuk komitmen dan teladan, kami berterima kasih kepada seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang bersedia menyumbangkan darahnya. Setetes darah ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup orang lain yang membutuhkan,” ujar Edy Junaidi dalam keterangannya, didampingi Tajudin Noor.
Edy mendorong agar aksi serupa tidak berhenti pada peringatan Hardiknas saja. Momentum hari nasional lain, seperti Hari Amal Bakti Kementerian Agama, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan serupa demi kemaslahatan umat.
“Teruslah berbuat baik, karena inilah panggilan jiwa kita sebagai pendidik,” tambahnya.
Keterbatasan stok darah di RSUD Datuk Kandang Haji menjadi perhatian serius PGM. Informasi dari petugas UTD menyebutkan, kebutuhan rutin mencapai 150 kantong per bulan untuk memenuhi permintaan pasien, termasuk kasus kecelakaan, operasi, dan ibu melahirkan. Dengan stok yang menipis, setiap donasi menjadi krusial.
Kegiatan donor darah massal ini diikuti puluhan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai madrasah di Kabupaten Balangan. Mereka mendaftar secara sukarela dan menjalani skrining kesehatan sebelum menyumbangkan darahnya.
Aksi PGM Balangan menjadi contoh konkret peran komunitas pendidikan di luar kelas. Di tengah keterbatasan stok darah yang kerap terjadi di daerah, inisiatif ini membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
PGM berharap langkah ini bisa menginspirasi organisasi profesi dan masyarakat luas untuk turut serta dalam kegiatan donor darah secara berkala. Dengan demikian, kebutuhan darah di RSUD Datuk Kandang Haji dapat terpenuhi secara lebih stabil.