BANJARMASIN — BSI RO IX Kalimantan memanfaatkan layanan QRIS sebagai kanal sedekah digital dalam kegiatan bertajuk sedekah serentak dan santunan anak yatim. Seluruh rangkaian ditargetkan rampung pada Jumat, 15 Mei 2026.
Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, menyatakan kegiatan ini merupakan wujud syukur sekaligus ikhtiar memperkuat nilai kemanusiaan di lingkungan perusahaan.
“BSI RO IX Kalimantan ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami capai juga membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat. Sedekah serentak dan santunan anak yatim ini adalah wujud syukur sekaligus ikhtiar kami untuk memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan BSI,” ujar Sefudin dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Mekanisme QRIS dipilih agar partisipasi insan BSI berlangsung mudah, cepat, dan transparan. Langkah ini sejalan dengan semangat digitalisasi layanan keuangan syariah yang terus didorong perseroan di Kalimantan.
Menurut Sefudin, kegiatan sosial semacam ini menghubungkan kinerja bisnis dengan nilai-nilai spiritual dan kebermanfaatan. Sebagai bank syariah, BSI memiliki tanggung jawab moral mendorong ekosistem keuangan yang sehat sekaligus membawa nilai kebaikan bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan ini tidak lepas dari catatan kinerja BSI secara nasional. Dalam paparan Triwulan I 2026, BSI mencatat pertumbuhan tabungan tertinggi di industri. Jumlah nasabah bertambah 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada periode yang sama tumbuh 18 persen secara tahunan menjadi Rp376,8 triliun. Segmen tabungan tumbuh 20,18 persen menjadi Rp164,5 triliun, sementara total dana murah (CASA) tumbuh 21,36 persen menjadi Rp236,2 triliun.
Pertumbuhan itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah terus meningkat. Di tingkat regional, BSI RO IX Kalimantan memperkuat peran tersebut melalui layanan perbankan syariah, literasi keuangan, digitalisasi transaksi, serta program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Sefudin menegaskan, pihaknya akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelayanan kepada nasabah, dan kontribusi sosial. “Sebagai bank syariah, kami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak bisa dilepaskan dari keberkahan, doa, dan kepedulian kepada sesama. Karena itu, BSI akan terus mendorong budaya berbagi, baik di internal perusahaan maupun dalam hubungan kami dengan masyarakat,” tambahnya.
Ia menutup pernyataan dengan harapan agar pertumbuhan BSI dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat. “Kami ingin BSI hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif, modern, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.