Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyebut MPP ini langkah strategis memangkas birokrasi yang selama ini tersebar di berbagai kantor dinas. Dengan sistem terpadu satu pintu, warga tidak perlu lagi bolak-balik ke beberapa instansi hanya untuk mengurus satu keperluan administrasi.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Bumbu, Dading Wiria Kusuma, hadir didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Firman Hidayat. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap optimalisasi layanan di MPP tersebut.
“Kehadiran MPP ini merupakan upaya mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, nyaman, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Dading dalam sambutannya.
Layanan pertanahan mencakup konsultasi, informasi status tanah, hingga pengurusan sertifikat. Hal ini diharapkan memangkas waktu tunggu yang selama ini dikeluhkan warga.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menargetkan MPP ini menghadirkan pelayanan administrasi yang lebih efektif dan efisien. “Kehadiran MPP ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat Bumi Bersujud, baik dari sisi efisiensi waktu, biaya, maupun kenyamanan dalam mengakses berbagai layanan publik,” kata Bupati Andi Rudi Latif.
Kawasan Pasar Harian Niaga Bersujud dipilih karena aksesnya strategis dan mudah dijangkau warga dari berbagai kecamatan. Lokasi ini juga menjadi pusat aktivitas ekonomi harian, sehingga warga bisa mengurus administrasi sambil berbelanja.
MPP dijadwalkan mengintegrasikan sedikitnya 12 jenis layanan publik. Selain pertanahan, layanan meliputi administrasi kependudukan, perizinan usaha, hingga layanan non-pemerintah seperti perbankan dan notaris. Sistem ini dirancang agar warga cukup datang ke satu lokasi untuk menyelesaikan berbagai keperluan.
Operasional MPP dimulai secara bertahap. Pada tahap awal, beberapa instansi prioritas seperti Kantor Pertanahan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah siap melayani. Pemerintah daerah berencana menambah jumlah gerai layanan dalam beberapa bulan ke depan.