TANJUNG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) kini memprioritaskan peningkatan produksi bawang merah lokal guna menjaga stabilitas harga pangan di pasar. Langkah ini diambil sebagai respons atas fluktuasi harga komoditas yang kerap menjadi pemicu utama inflasi di tingkat provinsi pada Kamis (7/5).
Upaya memperkuat ketahanan pangan ini dilakukan dengan memberikan dukungan intensif kepada para petani bawang merah di wilayah Tanah Laut. Dengan meningkatkan volume panen lokal, pemerintah daerah berharap ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat berkurang secara signifikan.
Kemandirian produksi ini diproyeksikan mampu menjaga level harga di tingkat konsumen tetap terjangkau. Selain fokus pada komoditas bawang, koordinasi antarwilayah di Kalimantan Selatan terus diperkuat untuk memastikan distribusi logistik pangan tidak terhambat kendala teknis di lapangan.
Beralih ke sektor pelayanan publik, Wali Kota Lisa mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh camat dan lurah untuk merespons cepat setiap pengaduan warga terkait kerusakan jalan. Pejabat kewilayahan diminta tidak menunda penanganan lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna kendaraan.
Instruksi ini sejalan dengan peringatan yang disampaikan oleh Haji Fani. Ia mengingatkan seluruh pejabat daerah agar terus memperkuat kualitas pelayanan publik dan memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat dalam urusan administratif maupun infrastruktur dasar.
Di Kabupaten Banjar, Wakil Bupati (Wabup) Banjar mendorong peningkatan literasi investasi berbasis syariah bagi masyarakat. Upaya ini bertujuan agar warga lebih memahami instrumen keuangan yang aman, produktif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam, sekaligus menghindari risiko investasi bodong.
Sementara itu, komitmen terhadap kelestarian lingkungan ditunjukkan melalui kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Hulu Sungai Tengah (HST) bersama mahasiswa KKN UIN. Sebanyak 1.300 pohon ditanam di sejumlah titik strategis sebagai bagian dari aksi nyata menyambut Hari Bumi 2026.
"Aksi penanaman pohon ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem di Hulu Sungai Tengah tetap hijau dan asri bagi generasi mendatang," tulis keterangan resmi terkait kegiatan tersebut.