Ulama Kalsel K.H. Husin Naparin Wafat di Banjarbaru Hari Ini

Penulis: Eko Saputro  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29:39 WIB
K.H. Husin Naparin, ulama kharismatik Kalsel, wafat di Rumah Sakit Sultan Agung Banjarbaru.

BANJARBARU — Kabar duka menyelimuti masyarakat Kalimantan Selatan atas berpulangnya ulama kharismatik K.H. Husin Naparin pada Rabu (6/5/2026) pagi. Tokoh agama yang pernah menjabat sebagai Ketua Ulama Indonesia Kalsel periode 2021–2026 tersebut mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Sultan Agung Banjarbaru.

Rencana Pemakaman di Kalahiang Paringin Kabupaten Balangan

Jenazah almarhum dijadwalkan disalatkan di Masjid Jami Banjarmasin pada siang hari. Masjid tersebut dipadati jemaah yang ingin memberikan penghormatan terakhir serta mengiringi doa bagi almarhum sebelum diberangkatkan ke lokasi peristirahatan terakhir.

Usai prosesi di Banjarmasin, jenazah dibawa menuju Pondok Pesantren Rasyidiah Khalidiyah Amuntai. Almarhum selanjutnya akan dikebumikan di kawasan Kalahiang Paringin, Kabupaten Balangan.

Dikenang sebagai Sosok Penasihat Akhlak dan Pengendalian Emosi

Kepergian K.H. Husin Naparin meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk Anggota Yayasan Smith 1946 Dina Hartati. Ia bersama rekan-rekannya sengaja melayat untuk memberikan penghormatan kepada sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.

“Kami sengaja langsung datang karena ingin mengantar beliau,” ujar Dina.

Menurut Dina, almarhum merupakan pribadi yang sangat perhatian dan aktif hadir dalam berbagai kegiatan di sekolah maupun yayasan. Kehadirannya dinilai selalu memberikan dampak penting bagi setiap acara yang diselenggarakan masyarakat.

“Apabila ada acara di sekolah atau yayasan, beliau pasti hadir. Beliau selalu berperan penting dalam setiap kegiatan kami,” ungkapnya.

Selain kedekatan sosial, almarhum dikenang karena nasihat-nasihatnya yang menyejukkan. Dina menyebut K.H. Husin Naparin sering memberikan arahan mengenai pembentukan karakter manusia.

“Beliau sering memberikan masukan tentang cara mengendalikan emosi dan bagaimana menjadi manusia yang berakhlak,” katanya.

Kepergian tokoh ulama ini menjadi kehilangan besar bagi warga Kalimantan Selatan. Harapan dan doa dipanjatkan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya.

Reporter: Eko Saputro
Back to top