Pemprov Kalsel Bidik Sektor Pariwisata Jadi Lokomotif Ekonomi Baru

Penulis: Budi Santoso  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 12:56:02 WIB
Pemerintah Provinsi Kalsel menyusun peta jalan untuk menjadikan pariwisata sebagai lokomotif ekonomi baru.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai merancang peta jalan besar untuk mentransformasi struktur ekonomi daerah. Dalam draf Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sektor pariwisata diproyeksikan menjadi penyumbang signifikan bagi pendapatan wilayah dalam lima tahun ke depan.

Target Geser Ketergantungan pada Sektor Tambang

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, menegaskan bahwa pariwisata harus menjadi "lokomotif baru" bagi ekonomi daerah. Selama ini, Kalsel masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif seperti pertambangan yang cadangannya bersifat terbatas dan tidak dapat diperbarui.

“Sektor pariwisata bukan sekadar tentang kunjungan orang ke tempat wisata. Pariwisata adalah multi-sektor yang memiliki daya ungkit luar biasa terhadap laju pertumbuhan ekonomi,” ujar Iwan di Banjarbaru, Rabu.

Ia menambahkan, pergerakan wisatawan secara otomatis akan menghidupkan rantai ekonomi lainnya. Dampak nyata ini mencakup jasa transportasi, penginapan, usaha kuliner, hingga penguatan industri kreatif dan UMKM lokal di seluruh kabupaten/kota.

Lompatan Kontribusi dari 0,22 ke 8,1 Persen

Target yang dipatok pemerintah tergolong ambisius jika melihat data saat ini. Kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi Kalsel terpantau masih rendah di angka 0,22 persen. Padahal, pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 diproyeksikan mencapai 5,2 persen.

Pemerintah optimistis angka kontribusi tersebut bisa melonjak drastis menjadi 8,1 persen pada 2029. Guna mencapai sasaran tersebut, Dinas Pariwisata Kalsel bekerja sama dengan tenaga ahli dari Universitas Indonesia (UI) untuk menyusun kajian yang komprehensif.

Sinergi 13 Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan

Penyusunan dokumen strategis ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan rencana aksi yang disusun tepat sasaran. Selain instansi pemerintah dari 13 kabupaten/kota, sejumlah asosiasi profesi di bidang pariwisata juga dilibatkan dalam proses penjaringan aspirasi.

”Hari ini kami mendengarkan paparan awal dari tim Universitas Indonesia, sehingga rekan-rekan dari Dinas Pariwisata di 13 kabupaten/kota, SKPD terkait, serta mitra kerja seperti PHRI, ASITA, ASPERWI, dan ASTINDO dapat memberikan masukan langsung terhadap rencana aksi ini,” kata Iwan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah berharap pariwisata benar-benar siap menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Fokus utama tetap pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan di masa depan.

Reporter: Budi Santoso
Back to top