Pencarian

Review Indomobil eMotor QT Pro: Terjangkau, Lincah, Tapi Posisi Berkendara Melelahkan

Selasa, 06 Oktober 2026 • 14:23:31 WIB
Review Indomobil eMotor QT Pro: Terjangkau, Lincah, Tapi Posisi Berkendara Melelahkan
Indomobil eMotor QT Pro dipamerkan perdana di ajang Indonesia International Motorcycle Show (IIMS) 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Indomobil eMotor QT Pro menawarkan paket motor listrik di bawah Rp20 juta dengan jarak tempuh 135 km dan fitur NFC, tapi posisi berkendara yang terlalu jongkok membuat perjalanan jauh terasa melelahkan. Motor ini menyasar pengguna harian perkotaan yang ingin beralih ke listrik tanpa merogoh kocek besar, bersaing langsung dengan merek lokal lain di segmen yang sama. Sayangnya, kunci setang masih manual dan akselerasi ulang terasa lambat.

Indomobil eMotor QT Pro meluncur perdana di ajang Indonesia International Motorcycle Show (IIMS) 2026 sebagai andalan teranyar pabrikan tersebut. Uzone.id mendapat kesempatan merasakan langsung motor listrik ini selama beberapa waktu untuk kebutuhan harian, termasuk perjalanan pulang-pergi kantor.

Pengujian mencakup rute dalam kota dengan jarak sekitar 15 km sekali jalan, plus beberapa perjalanan pendek di area perkotaan. Berikut temuan lengkapnya, dari desain hingga catatan soal kenyamanan.

Desain Skuter Retro-Agresif dengan Pencahayaan LED Penuh

Indomobil eMotor QT Pro mengusung gaya skuter retro dengan tarikan bodi yang halus namun tetap agresif. Lampu utama berbentuk bulat, sama seperti bentuk spionnya, sudah menggunakan LED projektor.

Positioning lamp dan sein depan juga sudah LED. Di balik setang, panelmeter digital menampilkan persentase kedua baterai, kecepatan, mode berkendara, dan jarak tempuh.

Dek kaki tergolong luas dengan pijakan memanjang. Dua bongkah baterai ditanam di bawah dek, dan berkat penempatan itu, ruang penyimpanan bawah jok jadi cukup besar.

Bagian belakang meruncing di area jok dan behel, dengan buritan lancip serta lampu rem tertanam. Kaki-kaki memakai pelek 12 inci, suspensi depan teleskopik, dan dual shock breaker di belakang.

Tenaga 2 kW dan Jarak Tempuh 135 Km per Pengecasan

Dapur pacunya dinamo 2 kW yang disuplai dua baterai masing-masing 1,44 kWh. Kombinasi ini mengantar QT Pro ke kecepatan maksimal 70 km/jam dan jarak tempuh hingga 135 kilometer dalam sekali cas.

Ada tiga mode berkendara, 1, 2, dan 3, yang membatasi kecepatan maksimal. Mode 3 jadi yang paling kencang dengan 70 km/jam.

Saat pertama duduk, dek terasa cukup tinggi karena komponen baterai di dalamnya. Untuk tinggi badan sekitar 170 cm, posisi berkendara jadi sedikit jongkok. Posisi setang terasa pas, dan jok cukup empuk serta lebar untuk menopang tubuh.

Dari segi konsumsi listrik, perjalanan 15 km hanya menghabiskan daya sekitar 15 persen. Artinya motor ini bisa dipakai harian selama tiga hari pulang-pergi kantor tanpa dicas.

Akselerasi Instan, Tapi Lemot Saat Digas Ulang

Torsi instan langsung terasa begitu gas diputar, tapi tidak membuat pengendara tersentak. Karakter ini cocok untuk pemula yang belum terbiasa dengan motor listrik.

Ada catatan penting: QT Pro tidak bisa digas dan direm secara bersamaan, jadi pembiasaan tetap diperlukan. Saat berjalan, motor mudah diajak berakselerasi.

Namun akselerasi terasa sedikit lemot ketika kecepatan menurun lalu digas kembali. Suspensi terasa cukup empuk, ditambah jok empuk, membuat motor nyaman ditunggangi di jalan perkotaan.

Pengereman responsif di depan maupun belakang karena keduanya sudah cakram, meski belum dilengkapi ABS.

Fitur NFC Tag: Praktis, Tapi Setengah Hati

Fitur andalan QT Pro adalah NFC Tag. Menyalakan dan mematikan motor cukup dengan menempelkan tag ke speedometer, tanpa perlu kunci fisik.

Sayangnya, NFC Tag ini tidak bisa dipakai untuk membuka kunci setang. Jadi pengendara tetap harus membawa kunci fisik untuk fungsi tersebut, yang mengurangi nilai praktis fitur ini.

Kelebihan Indomobil eMotor QT Pro

  • Harga di bawah Rp20 juta (OTR Jakarta), kompetitif di kelas motor listrik lokal
  • Jarak tempuh 135 km per cas, cukup untuk pemakaian harian tiga hari
  • Konsumsi listrik efisien, 15 km hanya butuh 15 persen daya
  • Ruang penyimpanan bawah jok lega berkat baterai di dek
  • Torsi instan yang ramah pemula, tidak menyentak
  • Pengereman cakram depan-belakang responsif

Kekurangan Indomobil eMotor QT Pro

  • Posisi berkendara jongkok untuk tinggi badan 170 cm, melelahkan untuk perjalanan jauh
  • Akselerasi ulang terasa lemot setelah kecepatan menurun
  • NFC Tag tidak bisa membuka kunci setang, masih perlu kunci fisik
  • Belum dilengkapi ABS
  • Tidak bisa digas dan direm bersamaan, butuh pembiasaan

Verdict: Cocok untuk Komuter Pendek, Kurang Ideal untuk Perjalanan Jauh

Indomobil eMotor QT Pro masuk akal sebagai motor listrik harian dengan harga di bawah Rp20 juta. Jarak tempuh 135 km dan konsumsi listrik efisien jadi nilai jual utamanya, ditambah desain retro yang tampil beda dari kompetitor sekelas.

Motor ini paling cocok untuk komuter dengan perjalanan pendek hingga menengah di dalam kota, terutama pengguna yang baru pertama kali beralih ke motor listrik. Torsi instan yang tidak menyentak memudahkan adaptasi.

Tapi kalau rute harian Anda sering menempuh jarak jauh atau Anda bertubuh tinggi, posisi berkendara jongkok ini akan terasa melelahkan. Fitur NFC yang tidak terintegrasi dengan kunci setang juga jadi catatan tersendiri di era motor listrik yang seharusnya serba praktis.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: uzone.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks