Pencarian

Anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari Minta PUPR Kalsel Audit Konstruksi Drainase Jalan Trikora Usai Kendaraan Terbalik Berulang

Senin, 05 Oktober 2026 • 11:46:31 WIB
Anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari Minta PUPR Kalsel Audit Konstruksi Drainase Jalan Trikora Usai Kendaraan Terbalik Berulang
Anggota DPRD Kota Banjarbaru Emi Lasari meninjau drainase di Jalan Trikora bersama Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan.

BANJARBARU — Emi Lasari SE, anggota DPRD Kota Banjarbaru, meninjau sejumlah titik drainase di Jalan Trikora bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan. Peninjauan itu dilakukan setelah kejadian kendaraan terbalik berulang di jalur tersebut.

Emi menilai persoalan drainase di Jalan Trikora tidak bisa dibiarkan. Jalur itu merupakan lintasan kendaraan bertonase besar, sehingga konstruksi saluran airnya harus mampu menahan beban armada yang melintas maupun berhenti di atasnya.

"Ini menjadi catatan kita. Karena memang Jalan Trikora ini lintasan armada-armada besar, sehingga drainasenya harus memiliki kekuatan yang memadai untuk menopang kendaraan dengan beban berat," ujar Emi.

Temuan di Lapangan: Drainase Retak hingga Berlubang

Hasil peninjauan menemukan sejumlah bagian drainase mengalami kerusakan, mulai dari retak hingga berlubang. Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat kendaraan bertonase besar berhenti atau melintas di atas saluran.

Titik yang menjadi perhatian berada di sepanjang ruas drainase mulai dari Simpang Empat Karang Jawa hingga Simpang Empat Berlina. Di sejumlah lokasi tersebut, kerusakan disebut terjadi ketika kendaraan bertonase besar parkir di atas drainase.

Minta PUPR Pastikan Penyebab Kerusakan

Emi meminta Dinas Pekerjaan Umum melakukan identifikasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kerusakan. Menurutnya, perlu dipastikan apakah kerusakan terjadi karena konstruksi drainase tidak mampu menahan beban kendaraan berat atau terdapat ketidaksesuaian antara pembangunan di lapangan dengan dokumen perencanaan.

"Perlu dilihat kembali dokumen perencanaannya dengan kondisi pembangunan yang ada di lapangan. Apalagi ini masih dalam masa pemeliharaan," katanya.

Ia meminta langkah perbaikan tidak hanya bersifat sementara. Untuk penanganan jangka pendek, bagian drainase yang rusak dinilai perlu segera diperkuat atau diganti dengan konstruksi yang lebih kuat sehingga mampu menopang kendaraan bertonase besar.

Rambu Larangan Parkir dan Area Parkir Khusus

Selain perbaikan fisik, Emi meminta Dinas PU memasang rambu larangan parkir di sejumlah titik yang dinilai rawan. Kendaraan berat yang berhenti di atas drainase menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi.

"Kalau ada titik yang memang rawan, perlu dipasang rambu. Tapi di sisi lain, kalau memang ada tempat persinggahan, tentunya harus disiapkan area parkir khusus. Ini perlu dikoordinasikan di lapangan," ujarnya.

Emi menyebut persoalan ini sebelumnya juga telah menjadi perhatian Forum RT/RW dan tokoh masyarakat yang menyampaikan keluhan kepada Dinas PU. Karena itu, ia meminta adanya langkah konkret agar kejadian kendaraan terbalik tidak kembali terjadi dan berpotensi menimbulkan korban.

"Kita minta PU melakukan identifikasi penyebabnya. Setelah ditemukan, harus ada langkah untuk menanggulangi persoalan ini supaya kejadian seperti ini tidak kembali terulang," tegasnya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banjarbaruklik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks