PT Bank Kalsel menyatakan akan mendirikan Aksel University dalam waktu dekat, dengan kajian utama di bidang perbankan syariah. Direktur Utama Bank Kalsel H Fachrudin menyebut peluncuran lembaga pendidikan itu direncanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Pengumuman disampaikan saat bedah buku dan pelepasan purna tugas Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin.
BANJARMASIN — Direktur Utama PT Bank Kalsel H Fachrudin mengungkapkan rencana pendirian Aksel University saat menghadiri bedah buku dan pelepasan purna tugas Prof. Dr. HA Hafiz Anshary AZ MA di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Senin. Menurut Fachrudin, lembaga pendidikan itu akan dibentuk tidak terlalu lama lagi.
"Insya Allah kita akan bentuk/dirikan Aksel Universitas," ujar Fachrudin di hadapan peserta acara.
Ia menyebut Aksel University nanti akan mendalami perbankan syariah sebagai salah satu bidang kajian utama.
Peluncuran Dijadwalkan Bertepatan Hari Sumpah Pemuda
Fachrudin menyampaikan peluncuran Aksel University direncanakan pada Oktober atau bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
"Insya Allah Aksel Universitas kita luncurkan Oktober atau bertepatan Hari Sumpah Pemuda," ujar Fachrudin menjawab Antara Kalsel saat keluar dari Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin.
Pernyataan itu disampaikan usai acara bedah buku yang menghadirkan dua judul sekaligus, yakni "Dari Pesantren Menuju Kepemimpinan Demokrasi Nasional" dan "Jejak Langkah Sang Ulama, Akademisi dan Penjaga Demokrasi".
Dua Buku Mengulas Jejak Guru Besar Asal Hulu Sungai Tengah
Kedua buku tersebut menggambarkan jejak langkah Guru Besar UIN Antasari asal Desa Bandang, Kecamatan Batu Benawa, atau pinggiran Pegunungan Meratus wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel.
Perjalanan Hafiz Anshary dari seorang santri menjadi akademisi hingga Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) disebut sebagai karier yang jarang dititi orang lain.
Bedah buku itu menghadirkan pembahas utama Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin yang sengaja datang ke Banjarmasin, serta Direktur Pascasarjana UIN Antasari Prof. Dr. Mujiburrahman.
Rektor Harap Hafiz Anshary Tetap Sumbang Pemikiran
Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd dalam sambutannya menyatakan purna tugas hanya berlaku sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), namun pengabdian masih terbuka panjang.
"Oleh karena itu, kami masih berharap Prof Hafiz tetap memberi sumbang pemikiran guna kemajuan UIN Antasari," ujar Nida, rektor pertama perempuan sepanjang sejarah Perguruan Tinggi Islam Negeri tersebut, serta Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Gubernur Kalsel H Muhidin turut memberikan sambutan yang dibacakan Asisten III Setdaprov setempat, Dinansyah. Dalam sambutan itu, ia menyampaikan terima kasih atas pengabdian Hafiz Anshary selama ini.
40 Tahun Mengabdi di UIN Antasari
Hafiz Anshary mengabdi di UIN yang sebelumnya bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari lebih kurang 40 tahun. Ia juga sempat menjadi pengawas Bank Kalsel Syari'ah sekitar tujuh tahun pada masa Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau Paman Birin.
Rencana pendirian Aksel University menambah daftar inisiatif pendidikan yang digagas institusi keuangan daerah di Kalimantan Selatan, dengan penekanan pada pengembangan kompetensi perbankan syariah.