Pencarian

Pemkab HSS Gandeng Faperta ULM Desain Kawasan Pertanian Terpadu di Kandangan

Senin, 28 September 2026 • 08:17:32 WIB
Pemkab HSS Gandeng Faperta ULM Desain Kawasan Pertanian Terpadu di Kandangan
Bupati HSS H. Syafrudin Noor menerima Dekan Faperta ULM Akhmad Rizali Saidy dalam audiensi di Kandangan.

Pemkab Hulu Sungai Selatan menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat untuk merancang kawasan pertanian terpadu berbasis zero waste di Kandangan. Bupati HSS H. Syafrudin Noor menerima Dekan Faperta ULM Akhmad Rizali Saidy dalam audiensi yang juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Hj. Lutfiana. Konsep yang digagas menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kesatuan kawasan.

KANDANGAN — Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor menegaskan komitmen Pemkab memajukan sektor pertanian melalui pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu atau Integrated Farming. Audiensi bersama Dekan Faperta ULM Akhmad Rizali Saidy menjadi langkah awal penyusunan konsep tersebut. Pertemuan di Kandangan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan HSS Hj. Lutfiana.

Syafrudin menyebut pihaknya membuka ruang masukan dari kalangan akademisi sebelum program dieksekusi. "Dalam pertemuan ini kami dari Pemkab HSS mendengarkan dengan seksama berbagai masukan, saran, serta langkah taktis dari Dekan Faperta ULM dan tim ahli terkait rencana eksekusi program tersebu," kata bupati dalam keterangan.

Konsep Zero Waste Gabungkan Tiga Sektor Sekaligus

Rizali menjelaskan konsep pertanian terpadu yang ditawarkan mengombinasikan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem. Pendekatan itu dirancang tanpa limbah atau zero waste. Menurutnya, riset lapangan menjadi tahap krusial sebelum konsep diterapkan.

"Nanti akan kita teliti lebih dalam langsung ke lokasi lahan, sehingga kita bisa mengetahui input apa yang tepat untuk diterapkan, dengan muara akhir yang kita harapkan bisa menjelma menjadi kawasan pertanian terpadu sekaligus agrowisata," ungkap Rizali.

Dekan Faperta ULM itu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Bupati HSS kepada kampusnya untuk mendesain konsep Integrated Farming. Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai memperkuat dasar teknis program sebelum masuk tahap eksekusi.

HSS Targetkan Jadi Pelopor Kawasan Terpadu di Regional

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan HSS Hj. Lutfiana menyebut gagasan ini sebagai inovasi pertanian modern yang digagas langsung oleh bupati. Konsep tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan sektor pertanian ke depan. HSS bertekad menjadi pelopor pengembangan kawasan terpadu di tingkat regional.

Audiensi itu juga dihadiri Dandim 1003/HSS, perwakilan Danyonif-TP 829 Bumi Antaludin, anggota Tim Pakar HSS, tokoh masyarakat, serta jajaran Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS. Kehadiran lintas instansi menunjukkan dukungan terhadap rencana pembangunan kawasan pertanian terpadu.

Pemkab HSS belum mengumumkan lokasi lahan maupun jadwal eksekusi program. Tahap berikutnya adalah penelitian langsung ke lokasi untuk menentukan input pertanian yang tepat. Hasil riset itu akan menjadi dasar penerapan konsep sekaligus pengembangan agrowisata di kawasan tersebut.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks