BANJARMASIN — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan tiga reefer container atau peti kemas pendingin sebagai tempat penampungan sementara jenazah korban KMP Virgo Transport 8. Ketiga container tersebut sedang dikirim dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin.
Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran Triono menyatakan pengiriman itu untuk mendukung kebutuhan operasi SAR di lokasi tenggelamnya kapal.
"Ketiga reefer container tersebut saat ini sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin dan diperkirakan tiba besok, Rabu (23 September 2026). Selanjutnya, container tersebut akan digunakan untuk mendukung proses evakuasi jenazah dari lokasi tenggelamnya kapal," ujar Triono di Banjarmasin, Selasa, 22 September 2026.
Kapal Negara Dikerahkan di Ring 1 dan Ring 2
Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan sejumlah Kapal Negara pada sektor tertentu sesuai rencana operasi. Kapal tersebut meliputi KN Kunyit, KN.P.211 Grantin, dan KN Miang Besar.
KN Miang Besar ditempatkan pada Ring 1 bersama KN SAR Pacitan, KRI Nala, dan KRI Canopus. Sementara KN.P.211 Grantin berada pada Ring 2 bersama KP Orca 06 dan KN SAR Wisanggeni.
KN Kunyit dipersiapkan untuk mendukung pemasangan reefer container di lokasi operasi SAR. Penempatan kapal menjadi bagian dukungan Ditjen Perhubungan Laut terhadap kebutuhan evakuasi korban.
Survei Bawah Air Libatkan Penyelam dan ROV
Ditjen Perhubungan Laut juga terus mengoordinasikan proses salvage KMP Virgo Transport 8 bersama pemilik kapal. Koordinasi melibatkan surveyor dan adjuster serta pihak asuransi dalam proses penanganan kapal.
Sebagai bagian proses tersebut, survei bawah air telah dilakukan dengan melibatkan penyelam dan Remotely Operated Vehicle. Survei itu untuk mengetahui kondisi kapal serta menentukan langkah penanganan berikutnya.
Status Total Loss Dipercepat agar Salvage Segera Dimulai
Berdasarkan rapat koordinasi penanganan salvage pada Senin, 21 September 2026, penetapan status kapal sebagai Total Loss terus dipercepat. Status tersebut diperlukan agar kapal dapat dinyatakan sebagai kerangka kapal sehingga proses salvage segera dilakukan.
Hingga Selasa, tim SAR gabungan masih mencari 117 orang yang belum ditemukan. Operasi pencarian melibatkan kapal negara, kapal SAR, dan unsur TNI AL yang tersebar di dua ring pencarian.