Tarif Homestay Kuta Mandalika Naik hingga Rp2 Juta per Malam Jelang MotoGP 2026

Penulis: Deni Kurniawan  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 16:51:31 WIB
Tarif homestay di Desa Kuta, Lombok Tengah, naik hingga Rp2 juta per malam menjelang MotoGP 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Tarif kamar sejumlah homestay di Desa Kuta, Lombok Tengah, melonjak hingga Rp2 juta per malam menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, 9-11 Oktober 2026. Lonjakan permintaan kamar membuat tingkat hunian penginapan di kawasan sekitar sirkuit terisi penuh, jauh melampaui tren pariwisata Oktober yang biasanya mulai menurun.

Pertamina Mandalika International Circuit kembali menjadi magnet bagi pelaku usaha akomodasi lokal. Sepekan menjelang balapan, pemilik penginapan di Desa Kuta mengaku kewalahan memenuhi permintaan tamu yang datang dari berbagai daerah.

Tarif Mango Room Mandalika Melompat dari Rp600 Ribu ke Rp2 Juta

Reddy Mardani, perwakilan Mango Room Mandalika, menuturkan tarif kamar yang biasanya sekitar Rp600 ribu per malam naik hingga Rp2 juta selama gelaran MotoGP. Seluruh kamar dengan tarif tersebut terjual habis.

"Walaupun event-nya hanya tiga hari, kami bisa menjualnya mungkin tiga kali lipat. Kami menjual dengan harga Rp2 juta per malam dan itu laku semua," kata Dani.

Lonjakan serupa dialami Mong Bungalows. Pemiliknya, Bani, menyebut tingkat hunian meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Padahal, Oktober biasanya menjadi periode ketika tren pariwisata mulai menurun.

Dalam kondisi normal, tarif kamar di Mong Bungalows berkisar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per malam, bergantung pada musim. Tingginya permintaan selama periode MotoGP membuat pengelola menyesuaikan harga.

"Dengan adanya Pertamina Grand Prix of Indonesia ini karena demand yang begitu banyak, jadi kita menaikkan sedikit harga dari harga pada umumnya. Dalam satu minggu terakhir ini peningkatan jumlah okupansi pada homestay sangat tinggi untuk seluruh wilayah Kuta dan sekitarnya," ujar Bani.

Pertamina dan Unram Latih Pengelola Homestay soal Hospitality

PT Pertamina (Persero) menggandeng Universitas Mataram (Unram) memberikan pelatihan hospitality, manajemen homestay, hingga kemampuan berbahasa Inggris bagi pengelola dan pekerja penginapan di sekitar kawasan Mandalika.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyatakan program itu bagian dari upaya perusahaan memperluas manfaat penyelenggaraan ajang sport tourism bagi masyarakat sekitar. Desa Kuta menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena lokasinya berdekatan dengan sirkuit.

"Kita melihat ada beberapa kegiatan. Yang pertama adalah kita membantu memberdayakan masyarakat untuk bisa mengelola sampah. Kemudian yang kedua adalah bagaimana masyarakat di sini bisa membantu melayani wisatawan dengan baik," ujar Arya.

Bani mengapresiasi pelatihan tersebut karena membantunya meningkatkan kompetensi, termasuk bagi pengelola yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pariwisata.

"Dengan adanya program ini, kami sebagai owner memiliki keahlian yang tersertifikasi dan juga bisa meningkatkan mutu dari homestay kami, baik pelayanan maupun tata kelola homestay yang lebih profesional," ujarnya.

Manfaat Ekonomi Menyebar ke Pekerja Lokal dan UMKM

Dani menilai manfaat ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP tidak hanya dirasakan pemilik penginapan. Pekerja lokal, pelaku kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang menawarkan berbagai jasa turut memperoleh peluang pendapatan.

Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika sejak 2021 disebut ikut membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat di kawasan Kuta, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, termasuk dari mancanegara.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top