BANJARBARU — Wakil Ketua III Dekranasda Kota Banjarbaru, Atika Anggraini Sirajoni, hadir pada hari pertama pameran untuk mendampingi para perajin yang ikut serta. Menurut Atika, kehadiran Banjarbaru di INACRAFT menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM, khususnya sektor kerajinan.
"Di sini, Dekranasda Kota Banjarbaru hadir untuk mempromosikan produk-produk unggulan karya para perajin yang ada di Kota Banjarbaru," ujar Atika, Rabu (7/10/2026).
Atika menilai INACRAFT menjadi kesempatan bagi produk Banjarbaru untuk mendapatkan eksposur lebih luas. Produk lokal tidak hanya diperkenalkan kepada konsumen dari berbagai daerah, tetapi juga berpeluang dilirik calon pembeli dari pasar internasional.
Peluang itu terbuka karena pameran ini mempertemukan perajin, kolektor, pelaku usaha, hingga calon pembeli dari berbagai daerah dan negara. Ajang tersebut menjadi ruang regenerasi pelaku industri kerajinan dengan melibatkan 19 youthpreneurs atau pengusaha muda.
Keikutsertaan dalam pameran diharapkan tidak berhenti pada promosi. Para perajin didorong terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan menyesuaikan produk dengan perkembangan serta kebutuhan pasar.
Jika daya saing produk semakin kuat, dampaknya diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan kerajinan lokal. Peluang ekonomi baru dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi target lanjutan dari langkah ini.
INACRAFT 2026 mengusung tema "Techno Craft", yang memadukan kekayaan kerajinan tradisional dengan sentuhan inovasi teknologi. Tahun ini, pameran diikuti 829 stan yang menampilkan beragam produk industri kreatif Nusantara.
Pameran masih berlangsung hingga 11 Oktober 2026 di JICC Jakarta. Bagi perajin Banjarbaru, sisa hari pameran menjadi kesempatan menambah jaringan dengan calon pembeli dari berbagai daerah dan negara.