KALIMANTAN SELATAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menjalankan Bulan Imunisasi Kejar Nasional sepanjang 1-31 Oktober 2026 untuk anak usia 0-59 bulan yang jadwal imunisasinya terlewat atau belum pernah sama sekali. Simak kelompok usia sasaran, daftar vaksin prioritas, dan batas usia pemberian yang perlu ibu catat sebelum datang ke fasilitas kesehatan.
Pengelola Program Imunisasi Dinkes Kabupaten Lebak, Nurdiyani, menyebut ada sejumlah jenis imunisasi yang cakupannya menurun. Yang paling jadi perhatian adalah DPT 1.
Penurunan itu salah satunya dipicu kekhawatiran orang tua terhadap efek samping ringan seusai vaksinasi. Demam setelah imunisasi jadi alasan sebagian ibu menunda atau berhenti melanjutkan jadwal anak.
Sasaran program di Lebak dibagi tiga kelompok. Bayi 0-11 bulan, baduta 12-24 bulan, serta balita 25-59 bulan.
Vaksin yang jadi prioritas antara lain DPT 1, Polio Oral (OPV), Polio Suntik (IPV), dan Campak-Rubella (MR). Layanan tersedia di seluruh puskesmas, posyandu, dan klinik swasta yang bekerja sama dalam program ini.
Pengelola Program Imunisasi Dinkes Lebak, Dian, mengingatkan anak yang belum mendapat imunisasi berisiko lebih tinggi terpapar penyakit menular.
"Anak zero dose sangat rentan terpapar penyakit menular seperti campak dan difteri dengan risiko komplikasi berat," ujar Dian, Selasa, 6 Oktober 2026.
Risiko serupa berlaku di tingkat wilayah. "Jika cakupan imunisasi suatu wilayah turun di bawah 70 persen, risiko KLB meningkat drastis," katanya.
Dian memastikan anak yang terlambat imunisasi cukup melanjutkan dosis yang terlewat. Tidak perlu mengulang seluruh dosis dari nol.
Pemberiannya mengikuti hasil pemeriksaan dan rekomendasi petugas kesehatan. Tapi ada catatan penting soal batas usia tiap vaksin.
Vaksin Hepatitis B dosis lahir (HB0) maksimal diberikan tujuh hari setelah kelahiran. Vaksin rotavirus maksimal sampai usia 6 bulan 29 hari.
Vaksin BCG untuk pencegahan tuberkulosis punya batas maksimal usia 11 bulan. Sementara DPT, Polio, MR, dan PCV masih bisa dikejar hingga anak berusia kurang dari 59 bulan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dinkes Lebak mengimbau orang tua memeriksa riwayat imunisasi anak lewat Buku KIA/KMS atau aplikasi SatuSehat. Tujuannya memastikan tidak ada dosis yang terlewat.
Kalau ada imunisasi yang belum sesuai jadwal, konsultasikan dengan petugas di fasilitas kesehatan terdekat. Petugas akan memberi jadwal imunisasi kejar yang tepat.
"Imunisasi adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah. Mari bersama-sama kita tuntaskan imunisasi anak-anak kita," ucap Dian.
Manfaatkan bulan Oktober 2026 ini untuk mengejar dosis yang tertinggal. Satu kunjungan ke posyandu atau puskesmas bisa menutup celah perlindungan anak dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.