PELAIHARI — Puluhan mobil tangki dan pikap pengangkut tandon air berkumpul di area Kantor Dinas Sosial Tanah Laut, Jalan H Boejasin, Kelurahan Angsau. Armada dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut bersiap menyebar ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.
Pelepasan armada distribusi air bersih ini dihadiri Sekretaris Daerah Tanah Laut, Ismail Fahmi, mewakili Bupati H Rahmat Trianto. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Eko Trianto, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut Aspi Setia Rahman, sejumlah kepala SKPD atau yang mewakili, serta relawan gabungan dari Tagana dan BPBD.
Ismail Fahmi menjelaskan bahwa penanganan krisis air bersih di Kabupaten Tanah Laut dibagi bersama pihak swasta dan pemerintah daerah. Pembagian peran ini memungkinkan distribusi air menjangkau lebih banyak titik permukiman warga yang terdampak.
Pengerahan armada lintas SKPD menunjukkan skala kekeringan yang meluas di sejumlah desa. Mobil tangki dan pikap yang biasanya digunakan untuk keperluan dinas kini dialihfungsikan mengangkut tandon air ke wilayah-wilayah yang kesulitan mendapat pasokan bersih.
Relawan gabungan dari Tagana dan BPBD ikut diterjunkan mendampingi distribusi air ke permukiman warga. Keterlibatan mereka mempercepat penyaluran bantuan ke desa-desa yang paling membutuhkan pasokan air bersih.
Puluhan kendaraan yang terparkir di halaman kantor dinas menjadi titik awal pergerakan armada menuju berbagai wilayah. Setiap kendaraan membawa tandon air untuk dibagikan langsung ke rumah-rumah warga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut belum merinci berapa desa yang akan menerima distribusi air pada tahap perluasan ini. Namun pengerahan armada dari banyak SKPD menandakan kebutuhan air bersih warga masih tinggi sepanjang musim kemarau.
Krisis air bersih di Tanah Laut dipicu musim kemarau panjang yang membuat sumber-sumber air warga mengering. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah bergerak cepat menyiapkan pasokan air bersih bagi permukiman yang terdampak.
Distribusi air bersih akan terus berjalan selama kemarau berlangsung. Warga di desa-desa terdampak dapat memanfaatkan pasokan dari armada yang disebar ke titik-titik permukiman.