Kabut Asap Selimuti 5 Daerah di Kalsel Senin Pagi, BMKG Peringatkan Kekeringan Ekstrem di 7 Kabupaten/Kota

Penulis: Deni Kurniawan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 06:46:32 WIB
Kabut asap menyelimuti kawasan Banjarmasin dan sekitarnya pada Senin pagi.

BANJARMASIN — Udara kabur akibat kabut asap dilaporkan terjadi hampir di seluruh wilayah Kalimantan Selatan pada pagi hari. Istilah udara kabur yang dipakai BMKG merujuk pada kondisi langit tampak buram atau keputihan akibat menurunnya jarak pandang.

Di Kalsel, kondisi itu bersumber dari kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi. Pada siang hari, cuaca diperkirakan berangsur cerah berawan dengan suhu maksimum mencapai 37 derajat Celsius.

Lima Daerah Paling Pekat Terdampak Kabut Asap

Kabut asap pada pagi hari terpantau pekat di Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tapin. Wilayah lain di Kalsel dilaporkan diselimuti udara kabur dengan intensitas lebih ringan.

Penurunan jarak pandang akibat kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara di jam berangkat kerja dan sekolah. Warga diimbau berhati-hati saat berkendara pagi hari.

Tujuh Kabupaten/Kota Berstatus Awas Kekeringan

BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan mengeluarkan peringatan dini untuk Dasarian I Oktober 2026, periode 1-10 Oktober 2026. Sejumlah wilayah dilanda kekeringan meteorologis dengan status waspada hingga awas.

  • Waspada: Kabupaten Balangan
  • Siaga: Kabupaten Banjar
  • Awas: Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru

Status awas di tujuh kabupaten/kota menandakan kekeringan meteorologis pada level paling serius. Kondisi ini biasanya ditandai curah hujan jauh di bawah normal dalam periode panjang.

Mengapa Kabut Asap dan Kekeringan Datang Bersamaan

Kekeringan meteorologis memperbesar peluang kebakaran hutan dan lahan, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar saat kelembapan turun. Asap dari titik-titik api itulah yang kemudian tertahan di lapisan udara bawah dan membentuk kabut asap pada pagi hari.

Pola ini berulang setiap musim kemarau di Kalsel. Kombinasi suhu tinggi, curah hujan minim, dan tutupan lahan gambut membuat karhutla sulit dipadamkan sekali terjadi.

Imbauan untuk Warga di Wilayah Terdampak

Masyarakat di wilayah yang masuk peringatan dini kekeringan diminta menghemat penggunaan air dan mengantisipasi potensi kekeringan. BMKG juga mengimbau warga mengikuti informasi resmi dari lembaga tersebut.

Warga di daerah berstatus awas perlu menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan harian, terutama di kawasan yang bergantung pada sumur atau air permukaan. Bagi pengendara, menyalakan lampu dan menjaga jarak saat melintas di area berkabut asap menjadi langkah sederhana yang mengurangi risiko.

Pemantauan titik panas dan operasi pemadaman biasanya melibatkan BPBD serta instansi kehutanan setempat. Informasi terbaru soal perkembangan karhutla dan kualitas udara bisa diakses melalui kanal resmi BMKG Kalsel dan pemerintah daerah.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: wartabanjar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top