BANJARMASIN — Peninjauan dilakukan bersama Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin. Turut mendampingi Sekdako Banjarmasin Ichrom Muftezar, Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi, Camat Banjarmasin Barat Amrullah, serta jajaran direksi dan komisaris PAM Bandarmasih.
Warga di Jalan Kuin Selatan menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak. Wilayah itu belum terjangkau layanan air secara optimal akibat terbatasnya ketersediaan air baku.
Air bersih disalurkan memakai mobil tangki dan ditampung di tandon yang tersebar di beberapa lokasi. Pola ini dipilih agar warga lebih mudah mengakses pasokan tanpa harus menunggu kedatangan tangki.
"Kita bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon," ujar Yamin.
Menurut Yamin, penyaluran difokuskan ke kawasan yang tidak sampai tersalurkan air. Pemkot mengantisipasinya dengan menyiapkan tandon dan mengantar air memakai mobil tangki.
"Memang ini adalah wilayah yang tidak sampai tersalurkan air. Sehingga kita mengantisipasinya dengan menyiapkan tandon dan mengantar menggunakan mobil tangki. Mungkin ada juga di beberapa daerah lain," jelasnya lagi.
Kesulitan air di Kuin Cerucuk bersumber dari terbatasnya ketersediaan air baku, bukan semata persoalan jaringan distribusi. Kondisi itu diperparah kemarau panjang yang membuat sebagian warga kesulitan mendapat air bersih.
Pemkot belum memastikan berapa lama penyaluran darurat ini akan berjalan. Durasi bergantung pada perkembangan cuaca dan ketersediaan air baku di wilayah Banjarmasin.
Yamin berharap kondisi kemarau dan keterbatasan air baku dapat segera berakhir. Dengan begitu, distribusi air bersih kepada masyarakat bisa kembali normal.
Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah jangka pendek Pemkot Banjarmasin selama musim kemarau. Warga Kuin Cerucuk kini bergantung pada tandon dan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan harian.