KALIMANTAN SELATAN — Memasuki usia kehamilan 23 minggu, rahim ibu membesar mengikuti pertumbuhan janin sehingga napas jadi lebih pendek dan punggung mudah pegal. Kenali enam perubahan tubuh yang umum terjadi di trimester kedua ini, plus tips menjaga kenyamanan harian sampai waktu persalinan tiba.
Memasuki usia 23 minggu, kehamilan ibu masih berada di trimester kedua. Rahim yang terus membesar membuat tubuh bekerja lebih keras menyesuaikan diri, sehingga muncul keluhan seperti nyeri punggung, kram kaki, heartburn, hingga napas yang terasa pendek.
Setiap ibu hamil mengalami perubahan yang berbeda. Ada yang merasa nyaman di usia ini, ada pula yang masih bergulat dengan keluhan khas trimester pertama.
Momen paling dinanti di usia 23 minggu adalah merasakan tendangan si kecil. Gerakannya bisa terasa seperti kedutan, gelembung, sentuhan halus, atau tendangan kecil di dalam perut.
Melansir NHS, ibu hamil umumnya mulai merasakan gerakan janin pada usia 16 hingga 24 minggu. Kalau ini kehamilan pertama, gerakan biasanya baru terasa setelah 20 minggu.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut pada rentang 21 sampai 24 minggu, tendangan dan gerakan berputar janin makin kuat seiring perkembangannya.
Rahim terus membesar mengikuti pertumbuhan janin. Kondisi ini membuat perut terasa lebih penuh, kencang, atau tidak nyaman pada posisi tertentu.
ACOG menjelaskan pada trimester kedua, kulit sekitar perut bisa terasa tertarik atau gatal. Peregangan jaringan yang menopang rahim juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di salah satu sisi perut.
Sebagian ibu merasakan napasnya lebih pendek saat hamil 23 minggu, terutama ketika beraktivitas atau berada di posisi tertentu. Menjelang akhir trimester kedua, bagian atas rahim makin mendekati tulang rusuk.
NHS menyebut pertumbuhan janin dan perubahan tubuh selama kehamilan bisa membuat ibu lebih mudah sesak. Nyeri di sekitar tulang rusuk juga mungkin muncul karena rongga dada ikut beradaptasi.
Perubahan hormon selama kehamilan membuat payudara terasa lebih besar, sensitif, atau nyeri. Sebagian ibu mulai melihat cairan kekuningan atau putih keluar dari puting.
NHS menyebut cairan itu adalah kolostrum, yaitu cairan awal yang nantinya menjadi bagian dari proses menyusui. Warna kulit di sekitar puting juga bisa berubah lebih gelap.
Perubahan hormon tampak pula pada kulit dan rambut. Pada trimester kedua, sebagian ibu mengalami kulit lebih berminyak atau mudah berjerawat.
Rambut bisa terasa lebih tebal dan berkilau. Stretch mark juga mulai terlihat seiring kulit perut yang terus meregang.
Masuk trimester kedua bukan berarti semua keluhan otomatis lenyap. Sejumlah ibu masih mengalami perubahan suasana hati, ngidam makanan tertentu, penciuman lebih sensitif, payudara nyeri, dan keputihan berwarna putih susu.
Nafsu makan biasanya meningkat sementara rasa mual dan kelelahan mulai berkurang. Pembengkakan ringan pada kaki dan pergelangan kaki, pegal tubuh, serta lebih sering buang air kecil juga umum terjadi karena rahim terus membesar.
Pembengkakan ringan di kaki dan pergelangan kaki masih wajar selama kehamilan. Namun, bengkak yang muncul tiba-tiba, apalagi disertai keluhan lain, perlu diperiksakan ke dokter.
Perhatikan juga gerakan janin. Tidak ada patokan jumlah gerakan yang berlaku sama untuk semua bayi. Yang penting adalah mengenali pola gerakan si kecil, lalu segera berkonsultasi jika gerakannya jauh berkurang atau berhenti.
Selama dokter tidak melarang, ibu hamil tetap boleh aktif bergerak dengan intensitas yang sesuai kondisi. ACOG merekomendasikan aktivitas fisik bagi ibu dengan kehamilan tanpa komplikasi karena membantu mengurangi pegal dan menjaga kebugaran.
Pilih olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam hamil, kenakan pakaian yang nyaman, dan atur posisi tidur miring ke kiri untuk melancarkan sirkulasi. Minum cukup air dan konsumsi makanan berserat juga membantu meredakan sembelit yang sering muncul di trimester kedua.
Usia 23 minggu adalah fase tubuh ibu dan janin sama-sama tumbuh pesat. Kenali pola gerakan bayi, catat keluhan yang muncul, dan jangan ragu berdiskusi dengan dokter kandungan agar sisa masa kehamilan terasa lebih nyaman.