KALIMANTAN SELATAN — Menjelang Prime Big Deal Days pada 6-7 Oktober, sejumlah laptop sudah didiskon lebih awal meski potongannya belum yang terbaik. Dari Acer Aspire Go 15 seharga USD 372 hingga MacBook Pro 14 inci M5, berikut sembilan penawaran yang layak dipertimbangkan sebelum musim belanja akhir tahun.
Mencari laptop bagus di tengah banjir produk merek tak dikenal memang melelahkan. Banyak mesin murah dari penjual pihak ketiga yang spesifikasinya jauh di bawah harga. Daftar ini hanya memuat perangkat yang benar-benar layak untuk pekerjaan harian dan browsing.
Mesin ini mengandalkan Intel Core 3 N355, RAM 8GB, dan layar IPS FHD 15,6 inci. Kombinasi itu cukup untuk membuka Chrome, mengerjakan tugas, email, dan streaming.
Penyimpanan 128GB akan cepat penuh. Tapi kalau pekerjaan Anda sebagian besar berbasis cloud seperti Google Drive, kapasitas itu masih bisa ditoleransi.
Laptop 15 inci ini menyasar pelajar dan jadi mesin dengan potongan harga paling dalam. Spesifikasinya RAM 8GB dan SSD 128GB, ditambah HDD portabel 500GB di dalam dus serta langganan Microsoft 365 selama setahun.
Bukan mesin bertenaga, tapi sebagai laptop Windows harian performanya memadai. Bonus yang disertakan membuat paket ini terasa lebih masuk akal dibanding harga mentahnya.
Bagi yang butuh layar lega, panel sentuh 16 inci beresolusi 1920 x 1200 memberi ruang lebih untuk dokumen dan spreadsheet. Paket penjualannya sudah termasuk Windows 11 Pro dan hub 8-in-1.
Spesifikasi di baliknya sederhana: RAM 8GB, SSD 512GB, dan AMD Ryzen 5 40. Cukup untuk kebutuhan dasar, tapi jangan berharap lancar menjalankan banyak aplikasi berat sekaligus.
Dell 15 adalah nama anyar untuk seri Inspiron. Laptop ini membawa layar sentuh FHD 15,6 inci (1920 x 1080), prosesor Core i5-1334U generasi ke-13, RAM 16GB, dan SSD 1TB.
Kombinasi tersebut menjadikannya pilihan aman untuk panggilan video, Google Docs, dan tugas harian lain. Bukan mesin yang mencolok, tapi spesifikasinya solid untuk kelas harganya.
Kalau kebutuhan utama adalah membuka banyak tab browser dan aplikasi sekaligus, HP 15 menyediakan RAM 32GB dan SSD 1TB. Prosesornya AMD Ryzen 5 7530U yang masih bisa diandalkan.
Layar sentuh FHD 15,6 inci dan keyboard backlit dengan numpad jadi nilai tambah. Prosesornya bukan generasi terbaru, tapi tambahan RAM besar membuat performa harian tetap lancar.
Ini salah satu notebook paling bertenaga di daftar, berkat Intel Core Ultra 9 yang dirancang untuk pemrosesan AI on-device dan RAM 32GB. Penyimpanannya SSD 1TB.
Layar sentuh 16 inci 2K, Wi-Fi 7, dan penutup berbahan logam melengkapi paket. Harganya memang tidak murah, tapi potongan yang berlaku membuatnya layak dilirik.
Bagi yang butuh laptop tipis dan ringan untuk kerja harian sekaligus menjalankan AI secara lokal, LG gram 14 jadi opsi masuk akal di harga ini. Di dalam bodi 14 inci tersemat Intel Core Ultra 5, RAM 32GB, dan SSD 512GB.
Kapasitas penyimpanan memang di bawah 1TB. Namun desain ultraportable-nya menutupi kekurangan itu untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
Mencari diskon MacBook kini jauh lebih sulit setelah Apple menaikkan harga sebesar USD 200 pada musim panas. Era MacBook Air seharga USD 799 sudah berakhir.
Meski begitu, potongan tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Unit ini membawa layar 13,6 inci (2560 x 1664), chip Apple M5, RAM 16GB, SSD 512GB, serta dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.
MacBook Pro sekarang berharga USD 300 lebih mahal dibanding sebelum kenaikan. Potongan USD 150 dari harga baru itu setidaknya sedikit meringankan.
Layar Retina 14,2 inci (3024 x 1964), chip Apple M5, RAM 16GB, dan SSD 512GB jadi andalannya. Klaim daya tahan baterai mencapai 18 jam, menjadikannya pilihan untuk pengguna yang butuh tenaga besar dan mobilitas tinggi.
Pembeli yang tidak ingin menunggu bisa langsung memanfaatkan penawaran ini. Tapi jika waktu masih longgar, menunggu hingga ajang diskon resmi dibuka berpotensi memberi potongan lebih besar.