KALIMANTAN SELATAN — Perdagangan lewat aplikasi pesan instan berkembang menjadi kanal penjualan yang serius bagi pelaku usaha di Indonesia. Lewat fitur katalog dan obrolan langsung, penjual bisa melayani pertanyaan, menawarkan produk, hingga menutup transaksi tanpa pelanggan perlu berpindah aplikasi. Jatis Mobile menyoroti peluang ini sebagai bagian dari strategi bisnis digital yang makin banyak diadopsi perusahaan kecil hingga besar.
Pola belanja konsumen bergeser ke kanal obrolan karena dinilai lebih cepat dan praktis. Pelanggan dapat melihat produk, mengajukan pertanyaan soal harga, ukuran, warna, hingga ketersediaan, lalu memesan semuanya dalam satu jendela percakapan. Jatis Mobile menyebut pendekatan ini memangkas langkah yang biasanya harus dilalui pembeli di toko fisik maupun situs web.
Komunikasi langsung menjadi daya tarik utama. Penjual bisa menjawab pertanyaan calon pembeli secara real time tanpa pelanggan harus datang ke toko. Interaksi yang jelas dan responsif membantu membangun kepercayaan, dan pelanggan cenderung membeli dari penjual yang terasa membantu.
Dari sisi pembeli, prosesnya lebih ringkas. Tidak semua orang betah mengisi formulir panjang atau berpindah-pindah aplikasi saat berbelanja. Lewat obrolan, pelanggan bisa memulai komunikasi, melihat produk, dan memesan dalam satu alur.
Untuk bisnis dengan volume pertanyaan besar setiap hari, katalog dan otomatisasi bisa menyederhanakan proses. Catatannya, otomatisasi tetap butuh pengelolaan agar pelanggan tidak merasa sedang berbicara dengan mesin jawaban otomatis.
Kanal ini terbuka untuk berbagai kategori usaha. Selain fashion dan makanan, pelaku bisnis kecantikan, barang rumah tangga, elektronik, jasa, hingga kebutuhan pokok bisa memanfaatkannya untuk pemasaran dan penjualan.
Meski terlihat mudah, penjualan lewat obrolan tetap butuh perencanaan agar tidak membingungkan kedua pihak. Jatis Mobile menjabarkan beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum menerima pesanan.
Profil bisnis yang jelas. Pastikan profil memakai nama asli usaha, lengkap dengan foto, deskripsi, jam operasional, dan informasi kontak. Produk dan jasa bisa didaftarkan di sana sehingga pelanggan mengenal bisnis sebelum bertanya.
Katalog produk yang menarik. Setiap barang sebaiknya punya gambar berkualitas tinggi, nama, harga, varian yang tersedia, dan deskripsi. Hindari gambar terlalu ramai dan informasi yang sulit dibaca, supaya pelanggan mendapat gambaran sebelum bertanya.
Bahasa yang ramah. Respons formal dan pesan template membuat percakapan terasa kurang personal. Bahasa yang sopan, jelas, dan tidak kaku lebih efektif menjaga kedekatan dengan pelanggan.
Alur pemesanan yang tegas. Tentukan sejak awal bagaimana pelanggan memesan, misalnya dengan menyebut nama produk, jumlah, varian, dan alamat pengiriman. Cara pembayaran, biaya kirim, estimasi waktu pengiriman, serta syarat pengembalian barang juga perlu disampaikan di muka.
Menjual lewat obrolan punya kelebihan dan kekurangan sendiri. Soal promosi, penting untuk tidak mengirim pesan terlalu sering karena bisa terasa mengganggu. Saat berkomunikasi, penjual sebaiknya tetap tenang dan sopan serta tidak menekan pelanggan ketika mencoba menutup kesepakatan.
Keamanan data juga jadi perhatian. Nomor telepon, alamat, rincian pembayaran, dan informasi sensitif pelanggan lain sebaiknya tidak disimpan secara tidak aman. Katalog yang rapi dan pengelolaan data yang tertib membantu menjaga kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.