BANJARMASIN — Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan masih berlangsung di sejumlah titik, termasuk kawasan Guntung Damar dan Pengayuan yang berada di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor. Meski demikian, aktivitas pertanian dan panen di sejumlah daerah dilaporkan tetap berjalan normal.
Kepala BPBD Kalsel, Rony Eka Saputra, menyebut tim gabungan terus melakukan penanganan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak kabut asap. Pemantauan dilakukan intensif di titik-titik yang terdeteksi masih aktif.
Hingga 21 September 2026, BPBD Kalsel mencatat sekitar 197 hektare lahan terbakar dengan 32 titik api yang tersebar di sejumlah wilayah. Angka itu menjadi dasar pemantauan harian yang dilakukan tim gabungan di lapangan.
Kawasan Guntung Damar dan Pengayuan menjadi perhatian karena posisinya yang berada di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor. Penanganan di dua lokasi itu dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke area yang lebih luas.
M. Syarifuddin memastikan aktivitas pertanian masih berjalan di sejumlah wilayah Kalsel. Kondisi tersebut ditandai dengan masih berlangsungnya panen sehingga karhutla dinilai belum mengganggu sektor pangan.
"Kondisi karhutla di Banua masih lebih terkendali dibandingkan sejumlah provinsi lain di Kalimantan," kata Syarifuddin usai rapat koordinasi di Lanud Sjamsuddin Noor, Senin, 21 September 2026.
Rapat koordinasi digelar untuk memastikan langkah penanganan berjalan sinkron antara pemerintah provinsi, BPBD, dan tim gabungan di lapangan. Syarifuddin menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan titik api di seluruh wilayah.
Penanganan difokuskan pada upaya mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak kabut asap bagi warga sekitar. Tim gabungan dikerahkan ke titik-titik yang masih terdeteksi aktif.
Pemerintah Provinsi Kalsel menyatakan akan terus memperbarui data luas lahan terbakar dan jumlah titik api sebagai dasar pengambilan kebijakan. Pemantauan dan penanganan dilakukan untuk mempertahankan kondisi karhutla tetap terkendali.