BANJARBARU — Kedua tiang penerangan yang sebelumnya dilepas saat perbaikan infrastruktur jembatan kini dipasang kembali. Kasi Utilitas Disperkim, Mugeni Azzanie, menegaskan bahwa langkah ini merupakan fase penyelesaian dari proyek rehabilitasi yang lebih besar di lokasi strategis itu.
"Sebenarnya kami hanya memasang kembali dua buah tiang yang sebelumnya kita lepas ketika pembangunan jembatan Sei Ulin dilaksanakan," kata Azzanie dikonfirmasi Kamis (7/5/2026).
Sejak dipasang, sistem penerangan telah beroperasi dengan baik tanpa gangguan. Azzanie menuturkan pihaknya belum merencanakan penambahan unit lampu di sekitar kawasan tersebut karena penerangan yang ada dinilai sudah cukup memberikan rasa aman bagi pejalan dan pengendara.
"Sejak terpasang lampu sudah bisa beroperasi dengan baik," sebutnya.
Rehabilitasi Jembatan Sei Ulin merupakan pekerjaan yang ditangani Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan diselesaikan 1 November 2025 lalu. Proyek tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi struktur, melainkan juga meningkatkan kapasitas jembatan dari panjang semula 8 meter menjadi 15 meter dengan mempertahankan lebar 19,2 meter.
Peningkatan dimensi jembatan tersebut diharapkan melancarkan arus lalu lintas di jalur utama Banjarbaru, terutama pada jam-jam sibuk. Dengan kembalinya sistem pencahayaan, penyelesaian fase infrastruktur di lokasi itu dinyatakan tuntas dan siap melayani mobilitas warga secara optimal.